JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kapolri Marah Besar Atas 3 Kasus Mencoreng Institusi Kepolisian Ini. Langsung Terbitkan Telegram, Simak Isi Lengkapnya!

Salah satu warga Solo terlihat kaget dan tak menyangka didatangi serta dibantu Kapolri. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo marah besar dengan beberapa kasus pelanggaran dalam tugas yang dilakukan oleh anggota.

Karenanya ia pun langsung mengeluarkan surat telegram yang ditujukan kepada seluruh jajaran Kapolda di Indonesia.

Kapolri meminta para Kapolda menindak tegas pelanggaran anggota di kasus kekerasan berlebihan.

“Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini. Kapolres harus mampu menegur anggotanya yang di level Polsek. Kapolda harus melakukan melakukan langkah tegas anggota anggota di bawahnya. Kalau nggak mampu, saya ambil alih. Dan saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini. Tidak pakai lama, segera, pecat PTDH,” tegas Kapolri.

Surat telegram itu bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021. Surat telegram dikeluarkan per hari ini dan ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo atas nama Kapolri.

Baca Juga :  Survei Terbaru: Sandiaga Nyodok ke Atas di Bawah Anies. Prabowo  Mulai Ditinggalkan?

Dalam surat itu, ada 3 kasus yang menjadi sorotan dalam surat telegram Kapolri ini. Kasus-kasus tersebut antara lain kasus Polsek Percut Sei Tuan Polres Medan yang diduga tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan.

Kemudian kasus anggota Polresta Tangerang membanting mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, dan kasus anggota Satlantas Polresta Deli Serdang melakukan penganiayaan terhadap pengendara sepeda motor.

Ada 11 arahan Kapolri guna menyikapi 3 kasus tersebut. Kapolri memerintahkan Kapolda untuk mengambil alih kasus kekerasan berlebihan dan memastikan penanganan berjalan transparan.

“Agar mengambil alih kasus kekerasan berlebihan yang terjadi serta memastikan penanganannya dilaksanakan secara prosedural, transparan dan berkeadilan,” demikian bunyi poin pertama telegram Kapolri.

Baca Juga :  Ini Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru

Selain itu, Kapolri juga meminta para pelanggar ditindak tegas. Para Kabid Humas juga diminta untuk memberikan informasi terbuka dan jelas tentang penanganan kasus kekerasan berlebihan itu kepada masyarakat.

“Melakukan penegakan hukum secara tegas dan keras terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran dalam kasus kekerasan berlebihan terhadap masyarakat,” bunyi poin kedua.

Berikut isi lengkap telegram Kapolri:

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dalam rangka mitigasi dan pencegahan kasus kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh anggota Polri tidak terulang kembali dan adanya kepastian hukum, serta rasa keadilan, maka diperintahkan kepada para Kapolda untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua