JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Oknum Perangkat Desa yang Didemo Karena Diduga Mesum Ternyata Dikenal Takmir Masjid dan Sering Pimpin Doa. Warga Tanon: Kami Malu, Masak Khilaf Terus-Terusan!”

Salah satu spanduk berisi tuntutan oknum perangkat desa yang diduga selingkuh untuk diturunkan terpampang di depan balai desa dari aksi demo warga, Selasa (19/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi demo menuntut pelengseran oknum perangkat desa berinisial S (50) yang diduga mesum di Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen mencuatkan fakta lain.

Menurut warga, oknum perangkat yang menjabat sebagai Kasi itu selama ini dikenal sebagai tokoh agama.

Di mata warga, yang bersangkutan juga dikenal sebagai modin dan sering bersinggungan dengan aktivitas keagamaan di desa setempat.

“Dia adalah takmir masjid, Pak Modin. Kalau ada orang meninggal selalu ngasih tau nanti kalau ditekani malaikat ojo wedi. Tapi kok malah kelakuannya kayak gitu Pak. Kami malu,” papar koordinator demo sekaligus tokoh Desa Tanon, M. Januri kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (23/10/2021).

Januri menguraikan aksi demo terpaksa digelar sebagai puncak keresahan warga atas indikasi perbuatan tak terpuji S.

Sebab dari catatan warga, sudah dua kali S tersandung indikasi memiliki hubungan khusus dengan dua wanita berumahtangga di desa.

Baca Juga :  Sempat Agak Syok, Begini Kondisi Terkini Panitia Seleksi Perangkat Desa Padas yang Kasusnya Sempat Bikin Geger Sragen. Mengaku Tak Akan Terima Aduan Lagi

Menurutnya, saat kasus pertama mencuat, warga sempat mengingatkan dan mengklarifikasi. Hasilnya, oknum perangkat paruh baya itu sempat meminta maaf dan mengaku khilaf.

Namun ketika indikasi perbuatan itu diulangi lagi pekan lalu, Januri menyebut kesabaran warga sudah tak bisa ditahan lagi.

“Dua-duanya dengan wanita berkeluarga. Warga sebenarnya sudah mengingatkan pas kejadian pertama. Saat itu juga dengan wanita yang udah berkeluarga. Nggak ada yang mergoki pas gituan, tapi sering pergi dengan wanita itu. Saat diklarifikasi dia minta maaf dan khilaf. Kalau nggak melakukan, kenapa harus minta maaf,” terangnya.

Kejadian kedua justru diungkap oleh istri Pak S. Januri menyebut istri S memergoki tengah malam suaminya tengah memboncengkan wanita yang ditinggal merantau suaminya.

Buntut insiden itu, sang istri sempat mengadu ke desa dan warga. Setelah diklarifikasi, S mengaku malam itu memang pergi berdua dengan wanita tersebut namun hanya makam malam di Gemolong.

Baca Juga :  Cuma Maling Rokok Rp 424.000, Pemuda Asal Ngrampal Sragen Ini Tetap Diproses Hukum. Kapolsek Bongkar Kelakuan Aslinya, Oh Ternyata

“Kemarin itu awalnya istrinya curiga kok pergi sampai malam nggak pulang. Waktu ditelepon katanya sedang ndatangi rumah warga yang meninggal di dukuh sebelah. Istrinya curiga lalu telpon ke bayan sebelahnya itu apakah ada orang meninggal dan katanya tidak ada. Saat di cari kemana-mana dikira di masjid tapi di masjid juga tidak ada. Nah pulang dari masjid istrinya itu lihat suaminya dengan wanita lain. Lha kemarin katanya khilaf, warga sudah memaafkan. Lha kok diulangi lagi, masak terus-terusan sampai dua kali,” jelas Januri.

Ia menyampaikan setelah diadukan ke desa, S kemudian membuat balasan klarifikasi melalui surat. Surat itu ditujukan ke warga yang mengadukan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua