JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Update Korban Tewas Pinjol yang Gantung Diri di Giriwoyo Wonogiri, Para Tersangkanya Sudah Dibekuk

Korban pinjol
Petugas meminta keterangan para saksi kasus kematian korban pinjol di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masih ingat kasus ibu rumah tangga di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri yang nekat bunuh diri akibat diteror penagih pinjaman online (pinjol)? Kini para penerornya telah tertangkap.

Pengungkapan kasus itu berkat kerja keras jajaran kepolisian. Sejumlah kantor pinjol di beberapa daerah digerebek. Nah di antaranya adalah jaringan yang meneror korban ibu rumah tangga di Giriwoyo, Wonogiri tersebut.

Dalam konferensi pers, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sukses membekuk tujuh orang tersangka dari delapan kantor pinjol ilegal. Kantor mereka tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang.

Sindikat pinjol ilegal ini merupakan jaringan yang membuat ibu rumah tangga di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, nekat mengakhiri hidupnya gegara tak kuat menanggung beban utang, di antaranya dari para pinjol.

“Dari yang kami ungkap, nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jateng. Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita explore, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Pol Helmy Santika dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga :  31 Rumah Terendam Dampak Banjir Tirtomoyo dan Betal Wonogiri, Ketinggian Air Capai Setengah Meter

Helmy menyebutkan sejumlah peran para tersangka dalam pinjol ilegal tersebut. Ada dari mereka yang bertugas menjadi operator SMS blasting dan desk collection. Untuk diketahui, desk collection merupakan aktivitas menagih utang melalui dunia maya.

Para tersangka ditangkap di sejumlah wilayah di Jakarta dan Tangerang sejak Selasa (12/10) dini hari. Mereka berinisial RJ, JT, AY, HC, AL, VN, dan HH.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga sukses menyita sejumlah barang bukti. Meliputi 121 unit modem, 17 unit CPU, 8 unit monitor, 8 unit laptop, 13 unit handphone, 1 box SIM card baru, dan 2 unit flash disk.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45B Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) dan/atau Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 311 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Baca Juga :  Siswi SMA di Baturetno Wonogiri jadi Korban Pencabulan, Baru Mengaku Setelah Didesak soal Hubungan dengan Pelaku

“Kalau misalkan ada yang melapor, kita bisa menindaklanjuti. Syukur-syukur kita bisa menemukan data yang bersangkutan sehingga tidak disalahgunakan lagi oleh pelaku-pelaku yang lain,” jelas dia.

Sebagaimana diwartakan, daftar panjang korban bank plecit plus pinjaman online (pinjol) semakin bertambah. Ini menyusul ditemukannya seroang warga di Wonogiri, Jateng yang sudah tidak bernyawa usai gantung diri di rumahnya sendiri.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua