JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Anggota MUI Ditangkap Densus 88, Wasekjen PKB Minta Pembersihan Internal MUI dari Pengaruh Radikalisme

Ilustrasi stop radikalisme dan terorisme. Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Buntut dari penangkapan anggota MUI terkait dugaan kasus terorisme, Wasekjen PKB, Luqman Hakim meminta MUI menggandeng BIN, Densus 88 Polri dan BNPT untuk memeriksa internal MUI guna  membersihkan lembaga itu dari pengaruh radikalisme.

“Tindakan ini penting, demi memulihkan kembali kepercayaan masyarakat kepada organisasi MUI di waktu mendatang,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu (17/11/2021).

Luqman menghimbau kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak menghiraukan provokasi pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :  Antisipasi Varian Omicron, Aturan Perjalanan Diperketat, Karantina Diperpanjang, Penggunaan Jalan Tol Dibatasi

Serta, tidak menyebarkan hasutan bahwa penangkapan sejumlah terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Polri sebagai serangan negara terhadap Islam, ulama dan ustaz.

Menurutnya, terorisme dan kejahatan lainnya dapat dilakukan oleh manusia dengan latar belakang apa pun. Seperti pengangguran, pedagang, petani, pemuka agama, ASN, Polri-TNI, politisi, akademisi, musisi dan sebagainya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pembentukan TP2DD Percepat Digitalisasi Daerah

“Apapun latar belakang seseorang, apabila ia menjadi bagian dari jaringan terorisme, maka wajib hukumnya bagi Densus 88 Antiteror Polri untuk menangkap dan memproses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ucapnya.

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor ini menyarankan kepada Polri dan BNPT agar membangun kerjasama dengan pemerintah daerah.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua