JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bongkar Surat Palsu untuk Syarat Mutasi Kendaraan, Organda Sragen Ancam Seret Pelaku ke Jalur Hukum. Diduga Sudah Sering Terjadi, Dishub Pending Rekomendasi

Ketua DPC Organda Sragen sekaligus Ketua KSU Koorda Wijaya Asri, Eko Sudarsono saat menunjukkan dua surat pelepasan hak yang asli dan yang diduga palsu, Jumat (5/11/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – DPC Organda Sragen mengaku siap menempuh jalur hukum terkait kasus temuan indikasi pemalsuan surat untuk syarat mutasi kendaraan ke luar daerah.

Langkah itu ditempuh untuk memberi efek jera atas ulah oknum pemalsu surat pelepasan hak yang dinilai sudah merugikan badan hukum resmi.

Selain itu, proses hukum dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus pemalsuan serupa.

“Kami sudah siap untuk melaporkan ke ranah hukum. Karena buktinya sudah ada dan indikasi pemalsuan juga sudah jelas. Karena ada unsur pidananya dan ada pasal di KUHP. Makanya kalau tidak ada itikad baik dari pelaku untuk bertanggungjawab, kami akan lapor ke polisi,” papar Ketua DPC Organda Sragen, Eko Sudarsono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (7/11/2021).

Baca Juga :  Pesona Tayub dan Kuliner Rendengan Lereng Gunung Gandu Jadi Primadona Baru Wisata di Gesi Sragen. Langsung Diserbu Ribuan Pengunjung

Eko menuturkan saat ini surat pelepasan hak yang mencatut KSU Koorda Wijaya Asri itu sudah diamankan Organda. Surat palsu itu nantinya akan dijadikan sebagai bukti.

Ia yang juga Ketua KSU Koorda Wijaya Asri itu menegaskan jalur hukum diharapkan bisa memberi efek jera bagi pelaku.

Sebab ditengarai oknum pelaku memang sengaja mengambil keuntungan atau mengkomersilkan dengan membuat surat palsu. Hal itu dinilai sangat merugikan badan hukum resmi yang susah payah didirikan.

Bahkan ia menduga aksi pemalsuan itu berlangsung sudah lama dan berulang kali.

“Kalau ini dibiarkan, pasti pemalsuan seperti ini akan semakin merebak. Kasihan badan hukum yang resmi akhirnya hanya dicatut dan dipalsukan. Padahal KSU Koorda Wijaya Asri jelas masih meger-meger dan eksis memberikan pelayanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ada Ancaman Varian Omicron, Semua PNS di Sragen Diharamkan Libur Cuti Saat Natal Tahun Baru. Bupati: Semua Harus Turun Jaga Jangan Ada Keramaian!"

Sebelumnya, Eko mengungkap indikasi pemalsuan surat pelepasan hak untuk mutasi kendaraan angkutan di wilayah Sragen.

Modusnya pelaku nekat membuat surat pelepasan hak dengan memalsukan tandatangan ketua dan stempel dari badan hukum yang berwenang menerbitkan surat.

Kasus pemalsuan itu menimpa Koperasi Serba Usaha (KSU) Koorda Wijaya Asri di Gondang. Kasus surat palsu itu ditemukan dari proses mutasi sebuah mobil angkutan barang jenis Isuzu Elf pelat kuning bernopol AD 8002 OY.

Mobil yang sebelumnya terdaftar sebagai anggota KSU tersebut hendak dimutasi kepemilikannya ke wilayah Klaten menjadi pelat hitam.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua