JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Miliki Resiliensi Tinggi, Pemerintah Dorong UMKM Berkontribusi Lebih Besar Bantu Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terbukti memiliki resiliensi yang tinggi terhadap berbagai krisis ekonomi, termasuk ketika pandemi Covid-19 melanda.

Demikian pula seperti yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. Pada saat itu, aktivitas bisnis UMKM justru menjadi salah satu penyangga dalam mitigasi lonjakan kasus varian delta, sehingga ekonomi dapat tumbuh sebesar 3,51% (yoy).

Dengan latar belakang itulah, Pemerintah terus berkomitmen mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian.

Sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) maka Bank Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia yang menetapkan kredit UMKM minimal sebesar 30% pada tahun 2024.

Sementara itu, untuk kepentingan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto telah meluncurkan Buku Pembiayaan UMKM.

Baca Juga :  Selama Nataru, Polri Tiadakan Penyekatan untuk Antisipasi Lonjakan Covid. Ini Skema Pengaturannya

Buku tersebut berisi tentang perkembangan dan peran penting pembiayaan bagi UMKM, serta dorongan Pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM dari masa ke masa.

“UMKM adalah sektor penting dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61% dan juga menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional,” papar Menko Airlangga, dalam acara bedah Buku Pembiayaan UMKM yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Dikatakan, total investasi di sektor UMKM juga telah mencapai 60% dari total investasi nasional dan kontribusinya terhadap ekspor non migas nasional telah mencapai 16%.

Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam Buku Pembiayaan UMKM juga dijelaskan tentang pelajaran yang bisa dipetik Indonesia dari negara Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, Jokowi Minta Indonesia Harus Waspada, Terutama Hadapi Nataru

Dijelaskan, peningkatan pesat UKM Jepang pasca Perang Dunia II telah berhasil membantu pemulihan ekonomi Jepang. Keberhasilan tersebut tercapai melalui sinergi dukungan yang baik dari seluruh stakeholder di Jepang.

Sementara itu di Korea Selatan, kunci keberhasilan dalam mengembangkan UKM adalah terciptanya ekosistem kelembagaan yang terintegrasi dan kebijakan Pemerintah yang mendorong peningkatan daya saing UKM.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menjelaskan, pembiayaan UMKM sejak tahun 1999 dilakukan Pemerintah secara langsung.

Wujudnya dalam bentuk pembayaran Iuran Jasa Penjaminan (IJP) maupun subsidi bunga yang sumber dananya berasal dari lembaga penyalur, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain itu, juga didukung dengan berbagai kegiatan jaminan dari lembaga keuangan mikro dan jaminan melalui asuransi Jamkrindo dan Askrindo.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua