JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemerintah Terus Monitor Perkembangan Kasus Covid-19 di Dalam dan Luar Negeri

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kunjungan warga negara asing ke Indonesia akan terus mendapatkan perhatian. Demikian pula,  tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain.

Demikian diungkapan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11/2021).

“Seperti itu arahan dari Bapak Presiden. Dan kalau soal persiapan libur Nataru, akan didalami kembaliseminggu ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Menko Airlangga mengatakan, evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggu, meskipun periode PPKM kali ini masih akan berlanjut hingga 22 November 2021.

Beberapa indikator pandemi memang terus konsisten mengalami perbaikan dari minggu sebelumnya, namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasarkan data per 14 November 2021, jumlah Kasus Aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2% dari total kasus.  Angka ini jauh lebih baik daripada rata-rata Global yang besarnya 7,4%.

Baca Juga :  Kebakaran Jenggot, Menpora Akhirnya Pastikan Ada Bonus untuk Tim Thomas Cup 2020. Tapi Nominalnya Masih Rahasia?

Apabila dibandingkan dengan kondisi puncak di 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun -98,43%. Kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan, data per 14 November sebanyak 399 kasus, atau sudah turun -99,4% dari situasi puncak 15 Juli 2021.

Secara nasional, persentase Tingkat Kesembuhan (Recovery Rate/RR) adalah 96,41%, Tingkat Kematian (Case Fatality Rate/CFR) 3,38%, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59%.

Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021), namun masih di bawah 1,00 (terkendali).

“Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh Pemerintah,” ujar Menko Airlangga, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Jika ditelisik per pulau, Rt semua pulau sudah berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan, Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir ini.

Baca Juga :  Tingkat Penularan Omicron Lebih Cepat 500% dari Covid-19 Awal

Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan, yang turun adalah Rt Maluku dari 1,01 menjadi 1,00.

 

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

Menko Airlangg menjelaskkan, dilihat dari jumlah Kasus Aktif di Luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31% dari total kasus, atau sudah menurun -98,0% dari puncaknya di 6 Agustus 2021.

Kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12%). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57%).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua