JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pondok Pesantren Didorong Mandiri dan Mampu Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Sekitar

istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pondok pesantren dinilai memiliki potensi ekonomi untuk mendukung salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui iklusi keuangan.

Hal itu dikarenakan inklusi keuangan memegang peranan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antar individu dan antar daerah.

Sehubungan dengan strategisnya peranan inklusi keuangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif menetapkan target tingkat inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024.

Target tersebut didukung dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Sebagai salah satu upaya untuk mencapai target inklusi keuangan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Iskandar Simorangkir hadir dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Persis Rancabango dan Pondok Pesantren Fauzan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pemerintah Berkomitmen Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan

Dalam kesempatan tersebut, implementasi strategi keuangan inklusif bagi Pondok Pesantren dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi program serta dukungan dari berbagai stakeholder, antara lain Program Pelatihan Santripreneur oleh Kementerian Perindustrian.

Ada pula penyerahan Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda di Kalangan Pesantren oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Penyerahan Program Kita Jaga Kyai yang merupakan Program Satgasnas Covid-19 Badan Amil Zakat Nasional.

Baca Juga :  Survei WRC: Elektabilitas Airlangga Tertinggi, Posisi Golkar di Puncak

Selanjutnya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT) dan Penyaluran KUR oleh Bank Jawa Barat, Pemanfaatan Produk Pegadaian Syariah, serta Kerjasama Pertashop oleh Pertamina.

“Program ini ditujukan untuk mendukung pemberdayaan Pondok Pesantren agar bisa mandiri sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya,” papar Iskandar mewakili Menko Airlangga seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Iskandar mengatakan, hal itu merupakan awal dalam mengakselerasi inklusi keuangan dengan memfungsikan Pondok Pesantren selain sebagai lembaga dakwah, juga memberdayakan ekonomi para santrinya, para kyai dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua