JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Dishub Boyolali Pastikan Tak Persulit Uji KIR

Foto ilustrasi para sopir truk di Boyolali tengah melakuan aksi unjuk rasa / Foto: Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Perhuungan (Dishub) Boyolali memastikan tidak mempersulit uji KIR truk maupun jenis kendaraan lainnya.

Bahkan, Dishub bersedia membantu proses uji KIR agar bisa lulus tanpa mengabaikan keselamatan sopir.

“Tak ada niat untuk mempersulit para sopir truk maupun jenis kendaraan lainnya,” ujar ujar Kabid Pengujian dan Rekayasa Kendaraan Dishub Boyolali, Heri Subagyo, Minggu (13/3/2022).

Dijelaskan, hal itu diungkapkan terkait desakan para awak truk saat demo lanjutan pada Jumat (11/3/2022) lalu. Dimana para sopir juga menyinggung sulitnya lulus uji KIR di Dishub Boyolali.

“Kami siap membantu sesuai regulasi yang ada tanpa mengabaikan keselamatan sopir.”

Disinggung tentang permintaan komunitas sopir agar rekomendasi numpang uji di daerah lain dipermudah, pihaknya menjelaskan, surat rekomendasi numpang uji dari Dishub Boyolali akan difasilitasi atau diberikan sesuai dengan regulasi.

Baca Juga :  Kades Meninggal Dunia, 2 Jabatan Kepala Desa di Boyolali Kosong

Namun khusus untuk wilayah Solo Raya sudah ada kesepakatan  tidak mengeluarkan rekomendasi numpang uji antar wilayah se-Soloraya.

Yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten.

“Pertimbangannya, jarak kendaraan obyek uji dan tempat uji asal masih terjangkau.”

Ditambahkan, semua kendaraan juga wajib uji sesuai Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Saat ini, terkadang muncul keluhan dari komunitas awak truk yang mengaku sudah ada SRUT namun tidak lulus uji.

“Hal itu memang bisa terjadi.”

Pasalnya, dari pengujian didapati bahwa dimensi kendaraan sesuai tetapi mutu bak tidak sesuai dengan spesifikasi. Harusnya memakai plat besi, ternyata diganti dengan plat seng talang sehingga tak sesuai spesifikasi.

Baca Juga :  Miris, Anak Belasan Tahun di Boyolali Ini Kuras Perhiasan, HP dan Uang Milik Tetangganya

“Jadi Dishub Boyolali menyarankan agar pembuatan bak truk dilakukan di karoseri resmi. Sekaligus untuk menjamin kesesuaian dimensi dan mutu.”

Seperti diberitakan, ratusan awak truk di Boyolali melakukan aksi lanjutan pada Jumat (11/3/2022). Mereka  menggelar aksi solidaritas terkait aturan overload over dimension (ODOL) maupun uji KIR.

Termasuk persepsi petugas mengenai aturan yang berbeda-beda sehingga membuat para sopir kebingungan. Para sopir truk tersebut juga membawa poster protes. Bahkan, sejumlah truk pun diberi tulisan bernada protes.

Mereka juga mengungkit sulitnya lolos uji KIR kendaraan di Boyolali. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com