JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Banjir Dukungan, Banyak Pengacara Siap Dampingi Bu Guru SD di Sragen yang Diminta Kembalikan Gaji Rp 160 Juta Saat Pensiun

Suwarti, guru agama SD asal Sambirejo Sragen yang baru saja pensiun dari PNS namun diminta mengembalikan gaji Rp 160 juta saat menunjukkan ijazah sarjana pendidikan agama Islam dan sertifikat pendidik yang ia miliki. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus seorang PNS guru agama di SDN Jetis 2 Sambirejo, Suwarti (60) yang diminta mengembalikan gajinya selama 2 tahun sebelum pensiun, viral dan jadi sorotan nasional.

Kisah pilu Bu Guru yang barusaja pensiun itu menuai empati dari berbagai kalangan dan ribuan warganet di seluruh Indonesia.

Bahkan sejumlah pengacara sudah menghubungi dan menyatakan siap memberikan pendampingan kepada Suwarti.

“Iya sejak berita itu mencuat, saya banyak dikontak pengacara-pengacara dari luar daerah. Intinya mereka siap memberikan pendampingan hukum untuk Bu Suwarti. Tapi saya masih akan koordinasi dengan beliaunya dulu,” papar anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang mengawal kasus Suwarti pertama kali kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (5/6/2022).

Bambang, legislator asal Gondang Sragen itu mengungkapkan dukungan dari pengacara itu datang dari berbagai daerah.

Tanpa menyebut nama, ia menyebut sebagian besar pengacara yang tergerak dan ingin mendampingi, justru berasal dari luar Sragen.

“Sudah banyak yang kontak siap mendampingi. Kita lihat perkembangan dan bagaimana respon dari BKPSDM dulu. Kalau mereka ngotot tidak mau memproses penyesuaian berkas Bu Suwarti dan tetap tidak memberikan hak beliau, ya langkah hukum menjadi pilihan terakhir yang harus dilakukan,” terangnya.

Baca Juga :  Ngeri, Begini Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan PNS Dishub Sragen Aji Nugroho. Truk Penabrak Langsung Kabur
Bambang Widjo Purwanto. Foto/Wardoyo

Menurut Bambang, langkah hukum yang akan dilakukan adalah menggugat PTUN. Sebab ia memandang apa yang menimpa Bu Suwarti berawal dari keabaian dan keteledoran BKPSDM saat awal pengurusan pemberkasan.

Dengan ijazah yang sudah linier dan kemudian disusuli ijazah sarjana pendidikan Agama, harusnya segera diurus saat awal sehingga tidak sampai mengorbankan hak Bu Suwarti.

“Karena dulu diabaikan dan tidak segera diproses, akhirnya data Bu Suwarti di pusat belum berubah. Sehingga dia dianggap tidak masuk kategori guru tapi malah tenaga pelaksana pendidik. Karena ini sangat fatal. Akibat proses penyesuaian ijazah tidak dijalankan, Bu Suwarti juga terancam tidak dapat pensiun. Kan kasihan, padahal dia sudah mengabdi 35 tahun, berjuang dari honorer 28 tahun, diangkat PNS di akhir pengabdiannya. Malah pensiun disuruh mengembalikan gaji dan tidak dapat pensiun,” tandasnya kesal.

Baca Juga :  Ini Video Detik-Detik Kecelakaan Tabrak Lari Tewaskan Pegawai Dishub Sragen. Simak Polah Pengemudi Truk Usai Menabrak!

Sejak berita itu ditulis JOGLOSEMARNEWS.COM Jumat (3/6/2022), hingga hari ini, Sabtu (4/6/2022) berita tersebut sudah dibaca lebih dari 200.000 pembaca.

Beragam komentar pun bermunculan. Namun mayoritas berempati dan mendukung perjuangan Bu Suwarti untuk mendapatkan hak pensiun tanpa harus mengembalikan gaji.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait persoalan itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sragen, Kurniawan Sukowati mengaku baru akan koordinasi dulu dengan internalnya untuk mengetahui duduk persoalan kasus itu.

Ia baru dilantik sebagai Kepala BKPSDM pada Selasa (31/5/2022) lalu.

“Kamu akan koordinasi dulu,” ujarnya singkat melalui pesan WA.

Kehilangan Pensiun dan Kembalikan Gaji

Sebelumnya, kasus Suwarti mencuat dari keluh kesahnya yang disampaikan ke JOGLOSEMARNEWS.COM dua hari lalu.

Pasalnya dia terancam tidak dapat tunjangan pensiun lantaran masa kerjanya dianggap belum memenuhi ketentuan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com