JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Bupati Sragen Wajibkan Ternak untuk Kurban Harus Punya SKKH. Diterbitkan Jelang Hari H Idul Adha

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat melakukan sidak pengecekan sapi di Pasar Hewan Nglangon Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak membuat Pemkab Sragen akan memperketat surat keterangan kesehatan hewan (SKHH) untuk ternak yang akan digunakan kurban.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan saat ini yang dibutuhkan adalah ketegasan semua pihak.

Mengingat banyak kasus PMK, ia mewajibkan semua hewan untuk kurban wajib mempunyai SKKH.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Gelar One Day Promotion Serentak di 50 Kios Se-Indonesia. Kenalkan 10 Produk Pupuk Andalan dari NPK hingga ZA

Semua masjid yang melakukan pelaksanaan pemotongan hewan kurban wajib mempunyai SKKH.

“Jika belum ada SKKH nya nanti bisa menghubungi DIsnakkan karena akan disediakan hotline bagi hewan kurban yang memang belum mempunyai SKKH. Ada baiknya juga pada saat hari penyembelihan petugas mengecek secara random dan menanyakan SKKH kepada takmir masjidnya,” paparnya saat kegiatan sosialisasi dan koordinasi PMK di ruang Opproom Setda Sragen, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga :  Ini Daftar 7 Jenderal yang Umumkan Penetapan Tersangka Irjen Ferdy Sambo sebagai Aktor Pembunuh Brigadir J!

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya dalam paparannya menyatakan babinsa, bhabinkamtibmas, penyuluh, mantri hewan, dan MUI berkolaborasi di satu desa atau kelurahan untuk membentuk satu tim.

Nantinya tim itu bertugas memberikan pemeriksaan dan menyampaikan bahwa sapi-sapi itu sehat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com