JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

1.848 ODGJ Tunggu Intervensi Pemkab, Libatkan Tim Relawan Desa

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Insan Adi Asmono / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemkab Boyolali. Hingga kini, Boyolali sudah dinyatakan nol kasus pasung ODGJ.

Namun demikian, masih ada 1.848 ODGJ di Boyolali menunggu intervensi dari pemkab setempat.  Baik dalam layanan kesehatan jiwa, akses kependudukan hingga pendampingan. Sedangkan yang sudah mendapatkan intervensi sebanyak 1.200 orang.

“Hingga pertengahan tahun ini, baru 1.200 orang dari 3.048 ODGJ yang mendapatkan intervensi,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Insan Adi Asmono, Jumat (20/8/2022).

Baca Juga :  Temuan Unik di Boyolali, Batuan Candi Berwarna Putih

Adapun penanganan ODGJ dilakukan melalui visitasi hingga intervensi. Berdasarkan pendataan yang dilakukan melalui monitoring center of development (MCD), kendalanya karena ODGJ kerap tidak memiliki data kependudukan.

“Banyak yang belum mendapatkan bantuan karena tidak punya NIK. Yakni ODGJ dan orang dengan kecacatan berat,” ujarnya.

Maka pemkab melakukan pola penanganan dengan pendataan dan perekaman KTP. Kemudian pemberian jaminan sosial yakni dengan dibuatkan PBI BPJS. Bantuan tersebut akan memudahkan ODGJ dalam mengakses pengobatan di RSUD Simo.

Baca Juga :  Diduga Dipicu Selang Gas Bocor, Rumah Warga Desa Demangan, Boyolali Terbakar

Termasuk mengkaver biaya pengobatan hingga penebusan obat. Setelah itu, ODGJ akan mendapatkan visitasi dari dokter jiwa. Prioritas penanganan ODGJ menitik beratkan pada bebas pasung dan penangana kesehatan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com