JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kasus Pemaksaan Penggunaan Jilbab di Bantul, Kepala Sekolah dan 3 Guru Dinonaktifkan Sementara

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Kepala sekolah dan guru SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul yang terlibat dalam kasus dugaan pemaksaan siswi untuk mengenakan hijab, akhirnya dibebastugaskan untuk sementara oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kebijakan tersebut diambil, sembari menunggu tim bekerja untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar lebih terang benderang.

Baca Juga :  Hati-hati! Obat Herbal Ini Terindikasi Palsu dan Dijual di Marketplace. Jangan Terkecoh!

Kebijakan Gubernur DIY itu pun mendapat apresiasi darai Komisi A DPRD DIY.

Ketua Komisi A, Eko Suwanto mengatakan, pelanggaran konstitusi yang diduga dilakukan guru dan kepala sekolah itu memang perlu sanksi tegas.

“Kita mendukung sikap tegas Pak Gubernur DIY Sultan HB X yang menonaktifkan kepala sekolah dan oknum guru SMAN 1 Banguntapan,” Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga :  Buntut Kasus Pemaksaan Siswi Berjilbab di Bantul, Akan Dilakukan Rekonsiliasi, Sultan: Proses Hukum Tetap Berjalan

Ia berharap, ke depan ASN termasuk guru memahami betul konstitusi NKRI, makna kebhinnekaan dan keragaman di Indonesia.

Meskipun sudah ada pembebastugasan sementara, namun Eko Suwanto mengajak masyarakat untuk mengawal penyelesaikan masalah tersebut.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com