JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ratusan Massa Gelar Unjuk Rasa di KPU Tolak Pemilu Curang

aksi demo tolak pemilu curang di KPU
Kelompok Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi dan Pemilu melakukan demontrasi tolak Pemilu curang di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024) | tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Ratusan massa yang menamakan diri Kelompok Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi dan Pemilu melakukan unjuk rasa besar-besaran  tolak Pemilu curang di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

Aksi tersebut dipicu oleh pelaksanaan Pemilu 2024 yang mereka anggap sarat dengan kecurangan. Massa aksi membawa poster-poster yang bertuliskan “Tangkap dan adili Jokowi”.

Masih ada lagi, massa juga membawa poster bertuliskan “Sindikat Jokowi di Balik Pemilu Curang”, “Usut Tuntas Sindikat Jokowi” hingga “Tolak Pemilu Curang”.

Ketua Umum Relawan Anies Presiden Indonesia, Fritz Alor Boy menuding Presiden Jokowi melakukan kecurangan secara massif, terstruktur dan sistematis dalam Pemilu 2024.

Baca Juga :  Ini Sikap Timnas AMIN Jika Gugatannya Soal Sengketa Pilpres Sampai Ditolak MK

“Masyarakat bangkit melawan KPU, masyarakat bangkit melawan demokrasi yang rusak dibuat rezim Jokowi. Jadi ini hanya pemanasan,” kata dia di depan Gedung KPU pada Jumat (16/2/2024).

Menurut Fritz, aksinya itu tak akan berhenti sampai di sini. Dia mengatakan akan mengajak mahasiswa untuk turun bersamanya ke jalan.

“Hari ini kami akan rapat, susun lagi. Rakyat dan mahasiswa berkumpul untuk demo di sini. Bukan di sini aja, mungkin di beberapa tempat,” katanya.

Pantauan Tempo, demonstrasi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat tampak ditutup sepanjang berlangsungnya demonstrasi dan dibuka kembali sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga :  Sejak Pilpres 2004 Hingga 2024, MK Selalu Tolak Gugatan Pilpres, Prabowo Cetak ‘Hattrick’ Ditolak MK, Kini Kondisi Berbalik

Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy’ari menyatakan menerima banyak laporan yang mempertanyakan hasil penghitungan suara sementara antara formulir C hasil pemilu (plano) dan tampilan perolehan suara di Sirekap.

“Banyak sekali kiriman melalui WhatsApp kepada kami maupun unggahan di media sosial, terutama tentang perbedaan antara formulir C hasil dan hasil Sirekap,” kata Hasyim kepada wartawan di Media Center KPU, Kamis (15/2/2024).

Hasyim menjelaskan, dari tempat pemungutan suara atau TPS hasil penghitungan suara itu yang difoto petugas KPPS. Foto itu menggunakan fitur Sirekap dan diunggah melalui aplikasi tersebut.

“Ada sistem konversi membaca formulir tersebut dan secara otomatis memunculkan angka hitungannya,” tutur Hasyim.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com