JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Sebanyak 875 JCH Boyolali Ikuti Manasik, Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Para jemaah calon haji (JCH) Boyolali saat mengikuti manasik haji di gedung IPHI | Foto: Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah jemaah calon haji (JCH) Boyolali yang akan diberangkatkan ke tanah suci tahun ini bertambah.

Jika tahun lalu hanya 836 orang jemaah, maka tahun ini naik menjadi 875 jemaah.

Dari jumlah tersebut, hanya 30 jemaah yang masuk kategori lansia dengan usai diatas 60 tahun. Seluruh jemaah dipastikan layak kesehatannya atau istithaah. Mereka juga dipastikan sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji 2024.

Menurut Kepala Kemenag Boyolali, Taufiqur Rahman, ke-875 JCH dari Boyolali itu nantinya terbagi dalam 4 kelompok terbang (Kloter). Yaitu kloter 91,92,93 dan 94.

“Yang 2 kloter akan seluruhnya diisi JCH Boyolali dan 2 kloter gabungan dengan JCH dari daerah lain,” ujar Kepala Kemenag Boyolali, Taufiqur Rahman usai pembukaan acara manasik haji di Gedung IPHI.

Baca Juga :  Sambut Pilkada Boyolali, Tiga Nama Ini Diajukan ke DPP PDIP untuk Dapat Rekomendasi

Dijelaskan, bimbingan manasik sangat penting bagi JCH sebelum berangkat. JCH akan diberikan bekal pengetahuan selama 2 hari agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji serta selama berada tanah suci.

“Manasik juga mencakup pemahaman mengenai kebijakan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi serta budaya yang ada di Arab Saudi,” bebernya.

Pihaknya juga berpesan kepada seluruh JCH agar senantiasa menjaga kesehatan. Hal itu mengingat ibadah haji sebagian besar adalah ibadah fisik. Sehingga dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan prima.

Sementara itu, Atmorejo (98) jemaah tertua di Boyolali mengaku senang bisa berangkat haji tahun ini. Warga Dukuh Pulutan, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede ini mendaftar haji tahun 2017 lalu. Dia berangkat sendiri, tanpa pendamping.

Baca Juga :  Bawaslu Boyolali Gunakan Sistem Exiting dalam Pendaftaran Panwascam di Pilkada 2024

“Untuk menutup biaya haji, saya rutin menabung. Tiap panen, sebagian hasilnya saya tabung,” jelas dia.

Dia juga bersyukur dalam kondisi sehat.

“Tak ada resep khusus untuk jaga kesehatan. Saya ini petani. Jadi terbiasa kerja keras sekaligus olahraga. Alhamdulillah, kondisi saya senantiasa sehat.”

Jemaah termuda, Romi (23) warga Perum Galaxy Permai, Boyolali mengaku berangkat haji karena menggantikan orang tuanya yang meninggal dunia.

“Iya, saya menggantikan orang tua. Beliau mendaftar tahun 2012, namun meninggal pada 2019 lalu,” ujarnya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com