JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Mahasiswa dan Dosen Politeknik Santo Paulus Ini Sukses Ciptakan Alat Seduh Kopi dari Gerabah, Sudah Paten dan Digunakan di Sejumlah Kedai Kopi

Inilah alat penyeduh kopi dari tanah liat, ciptaan dari mahasiswa Politeknik Santo Paulus, Surakarta yang cukup unik dan menimbulkan sensasi saat menikmati cita rasa kopi | Istimewa
   

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Kopi merupakan salah satu minuman favorit dan digemari tidak hanya orang tua, bahkan anak muda saat ini. Treng Ngopi tidak kalah dengan Ngeteh. Hal itu ditunjukkan banyaknya kedai dan café kopi di Solo.

Kenikmatan ngopi tergantung pada banyak hal, suasana hati, jenis kopinya, cita rasa, dan cara pembuatannya. Tunggu! Tapi ada satu lagi yang ikut mempengaruhi kenikmatan ngopi, yakni jenis dan bahan alat penyeduh kopi.

Omon-omon soal dunia perkopian ini, mahasiswa dan dosen  Politeknik Santo Paulus telah berhasil menciptakan alat seduh kopi yang unik, yakni berbahan gerabah.

Alat seduh kopi tersebut bahkan sudah dipatenkan, dan salah satunya telah digunakan di Nglaras Kopi, kawasan Singosaren, Solo. Alat seduh ini juga digunakan di Teko Rakyat di daerah Gentan, Sukoharjo.

Baca Juga :  80 Mahasiswa DKV ISI Surakarta Ikuti Sosialisasi MSIB VII

Anjang, sang pemilik mengatakan, “Highlight sweetness dan bold body Ketika saya coba untuk menyeduh kopi Arabika Kerici.”

“Sensasinya berbeda, ketika kopi diseduh dengan alat seduh gerabah ini,” tambah Ipul, seorang home brewer, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sebagaimana diketahui, Politeknik Santo Paulus Surakarta merupakan sekolah Vokasi yang berlokasi di Kota Solo, memiliki inovasi membuat alat seduh kopi dari gerabah tersebut. Bahkan hak paten atas alat seduh kopi berbentuk kerucut itu sudah mereka miliki sejak tahun 2024.

Alat tersebut merupakan karya yang cukup apik, hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa Teknologi Rekayasa Pangan, yakni Laela, Agung dan Binardo.

“Lab’d, merupakan singkatan dari Laela, Agung dan Bin. Sedangkan d nya artinya Dripper”, kata Laela Nur Rokhmah, S. TP., M. Sc. sebagai salah satu pemilik paten tersebut.

Baca Juga :  Ini Respons Sejumlah Kampus Atas Instruksi Pembatalan Kenaikan UKT dari Menteri Nadiem

Seperti inilah ketika alat penyeduh kopi dari tanah liat ciptaan mahasiswa Politeknik Santo Paulus digunakan | Istimewa

Alat seduh kopi ini berbentuk kerucut yang biasa dikenal dengan V60 dengan teknik drip (tetesan). Biasanya bahan alat seduh ini dari plastik, keramik maupun stainless steel. Pengembangan produk dripper kopi ini merupakan peluang untuk melengkapi alat V60 yang sudah ada di pasaran.

Laela menambahkan, bahwa alat seduh kopi tersebut sudah banyak digunakan di café dan kedai kopi. Dan ini menjadikan petualangan rasa kopi tersendiri bagi pecinta kopi.

Menurut penelitian yang dilakukan mereka bertiga, pada seduhan kopi robusta, rasa manis akan lebih terasa pada seduhan kopi dengan dripper gerabah. Antioksidan berupa asam khlorogenat pada seduhan kopi robusta di dapatkan lebih tinggi juga menggunakan alat seduh gerabah itu. Suhamdani

 

 

 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com