
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pendidikan tentang keberagaman tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Anak-anak justru bisa belajar memahami perbedaan melalui pengalaman langsung, termasuk dengan melihat bagaimana pemeluk agama yang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai.
Semangat itulah yang dibawa TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta saat menggelar outing class dengan mengajak para siswa mengunjungi enam tempat ibadah yang berada di kawasan Kampus Benteng Pancasila Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta Diah Martini, S.Pd., perwakilan Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Surakarta, para guru, orang tua atau wali murid, serta anak-anak peserta didik.
Rombongan diterima Ketua Takmir Masjid Nurul Huda UNS Suwarto bersama Dr. Bramastia, M.Pd., dan Dr. Endrise Septina Rawanoko, M.Pd., dari Pusat Studi Pengamalan Pancasila (PSPP) UNS Surakarta.
Bagi pihak sekolah, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan di luar kelas. Ada pesan pendidikan yang hendak ditanamkan, yakni mengenalkan keberagaman, toleransi, kerukunan, serta sikap saling menghormati antarpemeluk agama kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta Diah Martini mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan yang beragam.
“Menurut Diah Martini, S.Pd. bahwa kegiatan hari ini merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar secara langsung tentang keberagaman, toleransi, kerukunan, dan saling menghormati antar umat beragama. Kami sangat berharap pengalaman ini dapat menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila sejak usia dini,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Diah juga menyampaikan apresiasi kepada UNS yang telah menerima dan mendukung kegiatan pembelajaran tersebut. Ia berharap hubungan dan kerja sama antara kedua lembaga dapat terus terjalin.
Sebelum memulai rangkaian kunjungan, Diah mengingatkan para siswa agar mengikuti kegiatan dengan tertib, sopan, penuh rasa ingin tahu, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Dari pihak UNS, Dr. Bramastia yang mewakili PSPP UNS menyambut baik kunjungan tersebut. Menurut dia, keberadaan enam tempat ibadah yang berdampingan di kawasan UNS menjadi salah satu gambaran konkret kehidupan toleransi yang terus dibangun di lingkungan kampus.
“Kami saat ini mengelola 6 tempat ibadah yang menjadi dasar kuat UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila yang saling berdampingan dan damai dalam keseharian. Suasana toleransi dan saling hormat menghormati senantiasa terjaga pada kawasan 6 tempat ibadah di UNS Surakarta saat ini,” terang Bramastia.
Menurut dia, suasana tersebut sekaligus dapat menjadi media pembelajaran bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan mengenai toleransi, tetapi melihat langsung bagaimana tempat ibadah dari berbagai agama berada dalam satu kawasan dan dapat hidup berdampingan.
“Kami senang bisa memberikan pembelajaran dan contoh baik dalam berkehidupan damai serta saling menjaga nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Adik-adik yang masih berada pada Pendidikan taman kanak-kanak sudah diberikan pelajaran dan contoh baik dalam berperilaku toleransi dan hidup saling hormat menghormati antar pemeluk beragama, tentu kedepan akan menjadi insan Pancasila yang mampu menebarkan nilai-nilai Pancasila,” kata Bramastia, yang juga peneliti PSPP UNS.
Ia menilai pendidikan mengenai Pancasila perlu diperkenalkan sejak anak-anak masih berada pada jenjang pendidikan usia dini. Guru memiliki posisi penting untuk menjadi penggerak dalam proses tersebut.
“Kedepan, Bapak Ibu guru pendamping TK Kemala Bayangkari 56 Surakarta menjadi inisiator utama bagi generasi muda yang dimulai dari anak-anak TK dalam mengenalkan Pancasila. Hari ini menjadi bukti dan teladan baik bagi generasi muda menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Bermula dari kunjungan tempat-tempat ibadah inilah, kedepan nilai-nilai toleransi bisa terbangun dengan baik dan akan menjadi teladan bagi lembaga pendidikan lain dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dan sambutan dari kedua pihak. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta kepada PSPP UNS, dan sebaliknya.
Setelah foto bersama dan bersalam-salaman, rombongan melanjutkan kegiatan utama dengan mengunjungi enam tempat ibadah di kawasan Kampus Benteng Pancasila UNS.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman sekaligus melihat bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sekat dalam kehidupan bersama.
Dari lingkungan kampus, pesan toleransi itu pun diperkenalkan kepada anak-anak dalam bentuk yang sederhana: mengenal perbedaan, menghormati sesama, dan belajar hidup berdampingan sejak usia dini. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














