WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nantinya diarahkan langsung ke rumah sakit yang memiliki kemampuan medis dan fasilitas sesuai penyakit yang diderita. Pola ini menjadi bagian dari rencana Kementerian Kesehatan RI menerapkan sistem rujukan berbasis kompetensi secara nasional.
Sistem tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba di empat daerah. Jawa Tengah termasuk daerah yang ikut membahas kesiapan penerapannya, terutama karena memiliki 375 rumah sakit dengan kepemilikan dan kemampuan layanan yang beragam.
Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke RSUD dr Adhyatma, Tugurejo, Jumat (2/10/2026). Rombongan dipimpin Ketua Tim Kunker Komisi IX DPR RI Yahya Zaini dan bertemu jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Tengah.
Yahya mengatakan sistem rujukan berbasis kompetensi dirancang agar pasien tidak harus berpindah-pindah rumah sakit ketika fasilitas atau dokter yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit pertama.
“Idealnya, masyarakat tidak perlu bolak-balik merujuk satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain, tetapi langsung ke rumah sakit yang sudah mempunyai kompetensi. Sehingga, seluruh penyakit yang diderita bisa disembuhkan di satu rumah sakit, tidak perlu dirujuk ke rumah sakit yang lain,” ujar Yahya.
Menurut dia, sistem tersebut saat ini baru diuji coba di empat wilayah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Tulungagung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.
Dalam konsep tersebut, pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kompetensi medis, sarana, dan prasarana sesuai dengan penyakit yang membutuhkan penanganan.
Namun penerapannya secara nasional masih menghadapi sejumlah persoalan. Salah satunya adalah sebaran rumah sakit berdasarkan tipe yang belum merata. Persoalan lain menyangkut distribusi dokter spesialis serta kesiapan sistem informasi rujukan yang harus mampu bekerja secara real time.
Karena itu, Komisi IX DPR RI meminta adanya masa transisi yang cukup sebelum sistem tersebut diterapkan secara luas.
“Oleh karena itu, kami meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk diberikan waktu transisi yang cukup, agar daerah siap melaksanakan sistem rujukan berbasis kompetensi ini,” kata Yahya.
Jawa Tengah sendiri memiliki 375 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 277 rumah sakit dikelola sektor swasta dan 72 rumah sakit dimiliki pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Selebihnya merupakan rumah sakit milik TNI/Polri serta kementerian.
Besarnya jumlah rumah sakit tersebut membuat kesiapan jaringan layanan menjadi salah satu faktor penting. Bukan hanya jumlah rumah sakit yang diperlukan, tetapi juga kecocokan antara kemampuan rumah sakit, ketersediaan dokter spesialis, fasilitas penunjang, serta sistem informasi yang menghubungkan layanan rujukan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan kunjungan Komisi IX DPR RI menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan daerah sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan yang masih harus dipenuhi.
Menurut Sumarno, penerapan sistem tersebut membutuhkan kerja sama antar-rumah sakit sehingga pasien dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya.
“Mudah-mudahan dengan berbagai masukan ini, cita-cita mulia kita untuk melayani pasien lebih cepat, lebih murah, dan tidak perlu bergeser ke sana kemari, bisa berjalan baik. Dan tentu saja, semua instrumen juga terpenuhi,” pungkas Sumarno.
Dengan sistem rujukan berbasis kompetensi, titik persoalannya bukan sekadar memindahkan pasien dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya. Sistem tersebut menuntut data rujukan yang akurat dan terkini agar sejak awal pasien dapat diarahkan ke rumah sakit yang memiliki kemampuan menangani kasusnya.
Sebelum diterapkan secara nasional, hasil uji coba di empat daerah akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat kesiapan sistem, rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga infrastruktur pendukung. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















