
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang pria berusia 64 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar kos kawasan Banjarsari, Solo, Senin, (28/09/2026).
Penemuan jasad tersebut diketahui setelah seorang penghuni kos, Heru, mencium bau tidak sedap dari sekitar kamar korban pada Minggu malam sekitar pukul 00.30 WIB.
Heru mengatakan, sebelumnya ia pulang setelah menjemput anaknya. Saat hendak masuk ke kamar, ia mencium bau menyengat yang awalnya tidak disangka berasal dari jasad manusia.
“Sekitar jam 00.30. Saya pulang dari jemput anak sekolah. Mau masuk kamar ada bau tidak sedap. Saya tidak kepikiran kalau itu jasad manusia,” kata Heru.
Ia kemudian melihat banyak lalat di sekitar pintu kamar korban. Karena pemilik kos berada di Semarang, Heru berkoordinasi dengan pembantu pemilik kos dan kerabat pemilik rumah untuk memeriksa kamar tersebut.
Saat pintu dibuka, bau menyengat semakin terasa. Heru kemudian menghubungi Linmas setempat hingga akhirnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas dan kepolisian.
Menurut Heru, korban yang dikenalnya bernama Edi tersebut selama ini tinggal seorang diri. Ia memperkirakan korban berusia sekitar 50 tahun lebih.
Heru menyebut korban memang memiliki riwayat sakit komplikasi. Bahkan, korban sempat mengurus rujukan untuk pemeriksaan kesehatan dan kemungkinan menjalani cuci darah melalui fasilitas pemerintah.
“Masuk ke sini sekitar satu tahun lalu sudah sakit juga. Setahu saya komplikasi,” ujarnya.
Heru terakhir kali melihat korban beraktivitas sekitar dua pekan lalu. Namun, berdasarkan keterangan kepolisian, korban masih sempat didatangi anaknya pada Sabtu.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mengatakan, korban diduga meninggal setelah terakhir kali ditemui keluarganya pada Sabtu. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas.
“Sabtu masih ketemu, masih didatangi anaknya. Tapi setelah Sabtu sudah tidak ada aktivitas yang diketahui tetangga,” kata Harno.
Harno menyebut korban berusia 64 tahun dan berasal dari kawasan Mojosongo, Solo. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. Moewardi Solo. Evakuasi dilakukan untuk penanganan lebih lanjut sekaligus membantu keluarga dalam proses pemulasaraan jenazah.
Harno mengatakan kondisi jasad yang sudah membusuk membuat proses penanganan di lokasi perlu segera dilakukan karena dikhawatirkan mengganggu lingkungan sekitar.
Hingga saat ini, informasi dari kepolisian menyebut tidak ditemukan keterangan mengenai adanya dugaan tindak kekerasan. Penanganan selanjutnya dilakukan di RSUD Dr. Moewardi. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













