loading...
Loading...
RM Ryan Budi Nuryanto
Joglosemarnews/ Kiki Dian

Program Nikah Bareng yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastilah lekat di telinga kita. Kegiatan unik menikahkan puluhan bahkan ratusan pasangan secara serentak ini sudah dimulai sejak tahun 2006 lalu. Bermula di Kabupaten Bantul, DIY usai gempa bumi hebat melanda kala itu.

Nikah Bareng dan Golek Garwo merupakan satu kesatuan yang tak terlepaskan. Program istimewa yang mampu mempertemukan, mendekatkan para pasangan yang selama ini terkendala sejumlah hal untuk menikah. Mulai dari kesulitan bergaul, kesibukan bekerja, tidak percaya diri, trauma masa lalu, hal-hal negatif di luar tubuh yang menghalangi untuk mendapatkan jodoh, hingga ketiadaan biaya untuk menikah. Di balik kesuksesan kegiatan yang gratis sama sekali bagi pendaftarnya ini, ada tangan dingin dan niat ikhlas dari sosok RM Ryan Budi Nuryanto, SE.

Ya, lelaki bertubuh gempal kelahiran Yogyakarta, 12 Mei 1978 ini adalah Koordinator  dan pendiri Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Sewon, Kabupaten Bantul. Lewat Fortais itulah, Ryan begitu lelaki ini biasa disapa, memfasilitasi para jomblowan dan jomblowati untuk mendapatkan jodohnya.

Baca Juga :  Mendikbud Nadiem Makarim Dukung 100 Persen Rencana Kemenag Rombak 155 Buku Pelajaran Agama
Proses Nikah Bareng Ryan dan istrinya Faridah B, pada tahun 2008 lalu di Pendapa Parasamya Kabupaten Bantul. Selain Ryan, puluhan pasangan lain juga mengikuti prosesi tersebut penuh kebahagiaan.
Dok Ryan Budi Nuryanto

“Sebenarnya, saya menggagas ini, karena kisah hidup saya sendiri. Ternyata mencari pasangan itu sulit, saya mengalaminya sendiri, ditolak beberapa kali. Jadi niatnya mencarikan orang lain, sekaligus mencari buat diri sendiri juga,” ujarnya tertawa renyah ketika ditemui Joglosemarnews.com, Minggu (28/1/2018).

Selain itu, bencana  Gempa pada tahun 2006 yang menimbulkan banyak korban jiwa dan fisik itu, menginspirasi Ryan untuk membantu sesamanya. Menurutnya, saat itu masyarakat Bantul khususnya hanya fokus untuk bangkit menata hidupnya, membangun kembali bangunan dan tempat penghidupannya, sehingga kadang menunda-nunda menikah karena tidak ada dana.

“Di tahun 2006 itulah dimulai Nikah Bareng, ada 6 pasangan yang mengikuti awalnya, termasuk pasangan tuna rungu dan tuna wicara,”tambahnya.

Pelan namun pasti, kegiatan ini terus berlanjut.  Di tahun 2008 , ia menargetkan ada 50 pasangan ikut Nikah Bareng. Beruntung pencariannya terhadap jodoh pun terjawab. Sehingga Ryan bersama calon istrinya mengikuti pula program Nikah Bareng yang dipeloporinya itu. Sebelum Nikah Bareng, para pasangan itu mengikuti Golek Garwo lebih dulu, sebagai sarana mengenal satu sama lain. Dalam Golek Garwo ada kegiatan pertemuan atau jumpa darat yang  rutin digelar sebulan sekali, tiap minggu ketiga, bertempat  di Kecamatan Sewon, Jalan Parangtritis KM  7 Sewon,Bantul, DIY. Bagi peserta Golek Garwo harus mematuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Selama hampir 12 tahun program Nikah Bareng dan Golek Garwo tersebut, hingga kini sudah ada 7.000an pasangan yang mengikuti. Terdiri  dari berbagai ras, agama, suku dan bangsa. Sebut saja tidak hanya dari Bantul, DIY, namun  ada dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, Malaysia, Singapura, Australia dan Taiwan. Kiki Dian

Loading...