JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komplotan Maling Bobol Balai Desa Donoyudan, Kalijambe. Kuras Komputer, LED dan Laptop

Tim Polsek Kalijambe saat melakukan olah TKP di kantor Balai Desa Donoyudan yang dibobol komplotan pencuri, Kamis (18/1/2018). Foto/ JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek Kalijambe saat melakukan olah TKP di kantor Balai Desa Donoyudan yang dibobol komplotan pencuri, Kamis (18/1/2018). Foto/ JSnews

SRAGEN– Komplotan pencuri kembali beraksi di wilayah Sragen. Kali ini, Balai Desa Donoyudan,  Kecamatan Kalijambe menjadi sasarannya.

Balai desa yang ada di kecamatan perbatasan dengan Boyolali itu,  dibobol pelaku pada Kamis (18/1/2018) dinihari. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu menggondol satu unit laptop dan dua unit LED monitor yang ada di balai desa.

Aksi pembobolan itu terungkap dari laporan Kades Donoyudan,  Sarti ke Polsek Kalijambe. Menurutnya,  aksi pencurian kali pertama diketahui oleh Slamet (58) penjaga balai desa yang berdomisili di Dukuh Blagungan,  RT 1, Donoyudan beberapa meter dari balai desa.

Baca Juga :  Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

Awalnya,  Slamet yang akan membuka kantor sekira pukul 06.00 WIB,  curiga mendapati pintu sudah dalam kondisi tak terkunci. Ia makin kaget ketika masuk ke ruangan dan mendapati kondisi acak-acakan.

“Saat melihat atas, enternit kantor juga sudah dalam keadaan terbuka dan genting juga sudah terbuka, bekas dirusak.  Selanjutnya dia melapor ke Kades yang kemudian mengecek lokasi dan melapor ke Polsek, ” ujar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melakui Kapolsek Kalijambe,  AKP Marsidi.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo Seorang Warga Sragen Tewas, Sopir Diduga Tak Sadar Truknya Kesenggol, Ini Kronologi Versi Polisi

Dari hasil pengecekan, barang yang digondol pelaku adalah satu unit laptop merk Asus dan dua buah LED monitor Komputer Merk LG. Atas kejadian tersebut, pihak Pemdes mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Dari hasil olah TKP, pelaku diperkirakan masuk dengan menjebol genting dan plafon kantor baru kemudian masuk mengambil barang,” tukas Marsidi. Wardoyo