loading...


Assisten II Pemkab Karanganyar, Siti Maisyaroch saat memberi sambutan. Foto/Dok Humas Pemkab

KARANGANYAR– Meski arus globalisasi dan teknologi digital mulai merasuki pola hidup anak-anak,  kekuatan ilmu agama dan Alquran sebagai tuntunan tetap tak pernah lekang. Hal itu setidaknya tergambar dari banyaknya anak-anak dan remaja di Karanganyar yang mampu menekuni ilmu agama dan hafal Alquran.

Minggu (7/1/2017) bahkan ada sekitar 90 santro dari Rumah Qur’an Ahmad Dahlan Karanganyar yang sudah lulus dan mampu hafal Alquran di luar kepala.

Anak usia SD hingga SMP tersebut dengan fasih mampu menghafalkan juz 30, 29, 28 dan juz 1. Pemandangan itu pun membuat decak kagum para hadirin yang menyaksikan wisuda mereka. Bahkan saking bangganya,  Assisten II Pemkab Karanganyar,  Siti Maisyaroch sampai tak kuasa membendung air matanya.

“Saya terharu dan bangga. Ternyata masih banyak anak dan remaja menjadi penghafal Al Qur’an.  Saya menyambut baik wisuda ini dan yakin kedepan akan tercipta generasi Qur’ani,” ujarnya saat memberikan sambutan pada para wisudawan dan wali santri penghafal Al Quran di Rumah Dinas Bupati.

Baca Juga :  Sebelum Meninggal, TKI Karanganyar  Sempat Telepon Istrinya dari Korea Selatan. Begini Isi Percakapannya 

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat tersebut sempat menetaskan air mata, karena terharu melihat antusias santri penghafal Al Quran. Anak-anak yang masih asyik dengan dunia sendiri tapi sudah mampu menghafal Al Quran.

Siti mengatakan jika anak-anak dan generasi  saat ini sudah senang dengan Al Quran maka keberkahaan akan muncul. Tidak terkeculi, Kabupaten Karanganyar akan penuh dengan keberkahaan.

“Orang yang menghafal Al Quran adalah orang yang cerdas. Makanya Perguruan Tinggi UNS memberikan kesempatan bagi penghafal Al Quran untuk memilih jurusan tanpa tes. Saya yakin dan optimis, jika melihat hari ini akan banyak santri yang lolos,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wabup Mundur dan Bupati Cuti Umroh, Siapa Pengampu Pemerintahan di Karanganyar? 

Pada kesempatan itu, Siti akan mengusulkan ke Bupati Karanganyar untuk memberikan rewad bagi ustad atau guru yang mengajar Al Quran. Termasuk yang menghafalkan AL Quran juga akan diusulkan untuk menerima rewad.

“Ini baru ada empat rumah penghafal Al quran di Karanganyar. Saya berharap di 17 kecamatan akan ada rumah penghafal Al Quran,:” ucap Siti.

Sementara Pembina Rumah Tahfidz Quran Ahmad Dahlan, Ismail menambahkan Rumah Tahfidz Ahmad Dahlan di Karanganyar baru ada empat lokasi. Wisuda kemarin meluluskan 90 santri dari berbagai rumah tahfidz.

Yakni di Matesih, Desa Dawung Kecamatan Matesih, di Mojogedang dan Jatipuro. Dia menambahkan hari ini yang lulus dari rumah Tahfidz Matesih 40 santri, di Rumah Tahfidz Dawung  46 santri, di Rumah Tahfidz Mojogedang 44  santri, Rumah Tahfidz Jatipuro 2 Santri. Dia mengatakan usia anak menghafal Al quran mulai dari TK hingga SMP.

Baca Juga :  Innalillahi, TKI Asal Karanganyar Dikabarkan Tewas di Lautan Korea Selatan. Jenasah Menunggu Pemulangan 

“Ditengah usia mereka yang asyik dengan dunia mereka sendiri yakni bermain, namun kami berhasil meluluskan santri penghafal Al Quran. Saya mengucapkan terima kasih juga kepada ibu dan bapak wali santri yang tekun untuk mengantarkan anaknya belajar Al quran,” tukasnya. Wardoyo

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.