JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lagi, Kecelakaan Pelajar di Sumberlawang Sragen. Gara-gara Nyelonong Belok, Siswi SMP Asal Mojopuro Jadi Korban

Ilustrasi motor ringsek kecelakaan Sragen
Ilustrasi motor ringsek kecelakaan Sragen

SRAGEN– Kecelakaan yang melibatkan pelajar di bawah umur lagi-lagi terus terjadi. Rabu (14/2/2018) giliran seorang siswi SMP asal Mojopuro,  Sumberlawang menjadi korbannya.

Kecelakaan terjadi di Jalan Solo-Purwodadi tepatnya di depan balai desa Mojopuro,  Sumberlawang sekira pukul 06.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan pengendara Yamaha Mio Soul AD 2363 YY, Paidi Paijo (34) asal Mejari RT 22, Pare,  Mondokan dengan siswi SMP berinisial IND (14) asal Mojopuro RT 34, Mojopuro,  Sumberlawang yang mengendarai Honda Beat AD 3889 ARE.

Data yang dihimpun di Mapolres Sragen,  kecelakaan berawal ketika kedua pengendara motor sama-sama melaju dari timur ke barat.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Sragen Tambah 8 Warga Positif dan 1 Meninggal Hari Ini. Total Melonjak Jadi 427 Kasus, 59 Meninggal Dunia

Posisiya Paijo ada di depan,  IND di belakangnya. Sesampai di lokasi kejadian, mendadak Paijo hendak berbelok kanan. Entah keburu-buru atau kelupaan,  ia tak menengok situasi di belakangnya dan langsung nyelonong.

IND yang tak mengira dan dalam kecepatan sedang,  gagal menguasai motornya.

Siswi itu menggasak motor Paijo hingga terkapar semua. Benturan keras membuat keduanya terpental dan jatuh ke badan jalan. Kedua motor juga rusak parah.

Paijo mengalami luka di tangan, sedangkan IND lebih parah. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki serta tangan. Siswi itu terpaksa dirujuk ke RS Moewardi Solo.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman mengatakan saat ini kedua kendaraan sudah diamankan di Mapolres untuk proses lebih lanjut. Sementara atas kasus itu,  ia berharap orangtua lebih mengawasi putra-putrinya dan sebisa mungkin tidak membiarkan mereka yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

“Karena dampaknya bisa sangat fatal. Ketika belum sigap menguasai kendaraan,  lalu terjadi kecelakaan, maka akan merugikan masa depannya juga,” ujarnya. Wardoyo