JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Seorang Juru Parkir siap Donorkan Matanya untuk Penyidik KPK, Novel Baswedan

 

JAKARTA-Simpati terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan terus berdatangan. Kali ini seorang juru parkir di Sukabumi, Jawa Barat siap mendonorkan matanya kepada Novel.

Tekad juru parkir bernama Kusuma Hartanto atau biasa dipanggil Om Sanchoz itu pertama kali terungkap dari status akun facebook milik Muttaqin Ilham. Dalam akun tersebut menceritakan adanya keinginan Sanchoz untuk mendonorkan matanya kepada Novel Baswedan agar penyidik senior di KPK itu bisa kembali bekerja normal memberantas korupsi.

Dalam status tersebut, Muttaqin mengunggah foto seorang juru parkir bernama Kusuma Hartanto, atau biasa dipanggil Om Sanchoz. Pria itu dikabarkan siap jika harus mendonorkan matanya untuk Novel Baswedan.

Muttaqin menceritakan banyak hal mengenai sosok Sanchoz yang bekerja sebagai juru parkir di depan tokonya. “Awalnya, Om Sanchoz ini cerita sama saya, curhat gitu. Tanya alamat KPK di mana, terus kalau mau hubungi Pak Novel lewat mana,” kata Muttaqin.

Sehari-harinya, Sanchoz memang termasuk pria yang sangat mengikuti berita yang terjadi di Indonesia. Terutama kasus-kasus korupsi dan terlebih lagi berita kepulangan Novel Baswedan kemarin.

Baca Juga :  68 Kabupaten/Kota Belum Susun Perkada Covid-19

Sanchoz bekerja menjadi juru parkir sejak pagi hingga pukul 9 malam di komplek pertokoan Jl RE Martadinata, Sukabumi.

“Dia ikhlas, dia benar-benar tulus dan sangat berniat untuk mendonorkan matanya buat Pak Novel. Dia juga sudah minta izin sama ibunya, istri, dan anaknya. Mereka semua juga sudah setuju,” lanjut Muttaqin.

Bagi Sanchoz, Novel adalah sosok panutan dalam memberantas korupsi di Indonesia. Keberanian Novel menjadi inspirasi, khususnya bagi Sanchoz.

“Mengemban tugas berat sebagai penyidik KPK, Pak Novel membutuhkan penglihatan dari pada saya,” ungkap Sanchoz.

Sanchoz bahkan berfikir bahwa Novel akan bisa melaksanakan tugasnya dengan lebih maksimal jika mau menerima donor mata dari dirinya.

“Saya juga sudah sempat latihan, gimana kalau parkirin kendaraan cuma pakai sebelah mata saja. Saya coba merem-merem saya tutup sebelah mata saya, eh masih bisa kok kerja,” kata Sanchoz.

Sosok Sanchoz memang dikenal sebagai orang yang ramah, baik hati, dan taat beribadah. Meski termasuk muallaf sejak tahun 1997, Sanchoz dikenal sebagai seorang muadzin di masjid di daerah Sukabumi kota.

“Ini yang bisa saya lakukan untuk membantu Pak Novel dapat keadilan, agar KPK juga tidak dipandang sebelah mata kalau Pak Novel bisa melihat lagi dengan sempurna,” kata Sanchoz.

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Rumah Pelaku Hanya Berjarak 500 Meter dari Lokasi Kejadian, Sudah Lama Intai Lewat Media Massa

“Saya juga sudah sempat latihan, gimana kalau memarkiri kendaraan cuma pakai sebelah mata saja. Saya coba merem-merem saya tutup sebelah mata saya, eh masih bisa kok kerja,” kata Sanchoz.

Itu menunjukkan keseriusan Sanchoz untuk memberikan donor mata bagi Novel. Ia tidak tahu bahwa donor mata baru bisa dilakukan setelah pendonor nanti meninggal dunia.

Sosok Sanchoz memang dikenal sebagai orang yang ramah, baik hati, dan taat beribadah. Meski termasuk muallaf sejak tahun 1997, Sanchoz dikenal sebagai seorang muadzin di masjid di daerah Sukabumi kota.

“Ini yang bisa saya lakukan untuk membantu Pak Novel dapat keadilan, agar KPK juga tidak dipandang sebelah mata kalau Pak Novel bisa melihat lagi dengan sempurna,” kata Sanchoz.

Sanchoz berpesan untuk siapapun orang yang telah melakukan hal buruk pada Novel Baswedan lebih baik segera mengaku. “Semoga pelakunya juga bisa segera ditangkap, diadili atas tindak kejahatannya,” katanya.(tribunnews)