JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ditanya Mengaku Sebagai Komunis, Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga Tangerang

Ilustrasi/Tribunnews

TANGERANG – Seorang pria paruh baya babak belur dihajar warga pada Sabtu (3/3/2018) malam.

Insiden pengeroyokan tersebut terjadi di Kampung Gembong, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa itu terjadi karena korban saat ditanya masyarakat mengaku dirinya sebagai anggota komunis. Warga pun lantas menghakimi pria tersebut dengan cara memukulinya.
Beruntung pria yang belakangan mengaku bernama Sane itu bisa diselamatkan.

Ia yang berasal dari Cikande, Serang ini diamankan di Mapolsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Menurut warga sekitar yakni Aldo, pria yang dihajar massa pada awalnya datang dari arah Gembong menuju Badak Anom.

Baca Juga :  Puluhan Pegawainya Mundur, KPK Masih Menganggap Hal Wajar

Saat melintas di Pondok Pesantren Alfalah, lelaki paruh baya tersebut ditanya oleh seorang warga namun secara spontan dia menjawab PKI.

“Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB, pria tersebut babak belur dihakimi warga karena mengaku anggota PKI. Dan beredar isu bahwa sekarang ini ada pesantren yang dikasih tanda spidol,” ujar Aldo.

Rumor kebangkitan PKI serta ancaman pembunuhan terhadap ulama memang sudah merebak di Banten sejak awal Februari yang lalu.

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menjadi korban penganiayaan pada hari 11 Februari 2018 di Kampung Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga :  Status Positif Covid-19 pada Paslon Peserta Pilkada Serentak 2020 Bakal Pengaruhi Nomor Urut, Bisa Dapat Nomor Urut Sisa atau Terakhir

Setelah dilakukan pengecekan akhirnya Polda Banten memastikan pria tersebut bernama Wahyu.

Dia mengalami gangguan kejiwaan dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya yang beralamat di Jalan Bina Marga no.58 RT 07/ RW 06 Cipayung,Jakarta Timur.

“Kami berharap agar masyarakat tidak terpengaruh adanya isu tentang kebangkitan PKI. Karena yang dianiaya warga di adalah pasien gangguan jiwa,” kata AKBP Zaenudin Kabid Humas Polda Banten.

www.tribunnews.com