loading...
Loading...
Petani memanen cabai di Kecamatan Selogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Pola tanam yang dilakukan petani di sejumlah wilayah di Wonogiri kini mulai berubah. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Ketua Komisi II DPRD Wonogiri, Sardi mengungkapkan pola tanam pertanian yang berubah terutama berlangsung di wilayah yang mendapatkan pasokan air mencukupi. Salah satunya wilayah Kecamatan Selogiri.

Petani di wilayah tersebut, ungkap dia, sudah banyak yang menerapkan pola tanam non padi-padi-pantun (bahasa Jawa untuk padi). Sebagian sudah mengubah menjadi padi-padi-hortikultura.

“Pola tanam saat ini berubah, dalam setahun tidak lagi menanam padi dilanjutkan padi diteruskan padi. Banyak yang sudah mengubah menjadi padi-padi-cabai atau melon dan lainnya,” ungkap dia, Rabu (28/3/2018).

Baca Juga :  Terungkap, Ini Ternyata Penyebab Sungai Kaliancar Selogiri Wonogiri Sering Meluap dan Jadi Banjir. Diketahui Saat Digelar Susur Sungai Menggunakan Perahu

Perubahan pola tanam itu menurut dia merupakan hal yang sangat menggembirakan. Pasalnya petani akan menikmati keuntungan lebih baik daripada panenan padi. Muaranya kesejahteraan petani meningkat.

“Ketika panen padi, harga gabah cenderung anjlok, kasihan petani. Tapi ketika panen komoditas lain misalnya cabai, harganya cenderung lebih baik,” ujar dia.

Pihaknya mendorong petani yang mengubah pola tanam itu. Terlebih lahan di Wonogiri sangat cocok sebagai pengembangan aneka tanaman hortikultura.

“Di Kecamatan Giriwoyo, petani mulai mengembangkan melon berkualitas tinggi, juga budidaya tembakau di Kecamatan Eromoko,” sebut dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan menjelaskan, pasar cabai masih terbuka luas, seiring kebutuhan komoditas yang selalu tinggi. Sehingga pihaknya mendukung pengembangan tanaman ini, seperti di Kecamatan Kismantoro. Dimana wilayah itu menjadi salah satu sentra cabai Wonogiri dan terbukti memberikan efek positif pada penambahan keuangan masyarakat. Aris Arianto

Loading...