JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kabar Gembira Bagi Driver Ojek Online. Tarifnya akan Dianikkan

Ribuan massa gabungan driver ojek online melakukan aksi demo konvoi menuju Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2018. Sekitar 1000 pengemudi ojek online diperkirakan menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka. TEMPO/Subekti.
Ribuan massa gabungan driver ojek online melakukan aksi demo konvoi menuju Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2018. Sekitar 1000 pengemudi ojek online diperkirakan menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka. TEMPO/Subekti.

JAKARTA – Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan dua perusahaan penyedia aplikasi transportasi berbasis online, Go-Jek dan Grab, bersepakat menaikkan tarif ojek online. Menurut Budi, besaran kenaikan tarif akan dibicarakan oleh perusahaan dengan mitra pengemudi ojek online.

“Kedua aplikator bersepakat melakukan perbaikan tarif dan pendapatan pengemudi. Hal inilah yang nantinya akan mereka diskusikan dengan pengemudi masing-masing,” kata Budi, seperti tertulis dalam rilisnya, Kamis (5/4/2018).

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

Kesepakatan menaikkan tarif diambil dalam pertemuan pada Rabu(4/4/2018). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Kantor Staf Presiden, Maret lalu.

Mereka yang menghadiri pertemuan antara lain perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Kementerian Ketenagakerjaan, Kantor Staf Presiden, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hadir juga perwakilan perusahaan penyedia aplikasi ojek online dan pengemudi dari Gabungan Aksi Roda Dua (Garda).

Baca Juga :  Korban Lapindo Sambut Baik Rencana PUPR Ajukan Usulan Rp 1,5 T untuk Ganti Rugi

Menurut Budi, pertemuan itu tidak membahas soal skema tarif. Pemerintah enggan mengintervensi ihwal tarif. Adapun posisi pemerintah dalam pertemuan itu sebagai fasilitator antara perusahaan dan pengemudi. Dia berujar, tidak ada lagi rapat dengan pemerintah untuk membahas persoalan ojek online.

“Tidak ada pertemuan lain. Ini yang terakhir,” ucap Budi. “Selanjutnya, yang ada hanya pertemuan antara aplikator dan mitra untuk membahas kesepakatan tarif,” tuturnya.

www.tempo.co