JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Siswa SMK di Kendal Ini Dihajar dan Disekap Puluhan Orang, Namun Masih Bisa Selamat dengan Cara Begini

Ilustrasi/Tribunnews

KENDAL – Malang nasib Budi Riyanto, warga kelurahan Ketapang Kendal. Ia menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh orang yang tak dikenal pada Kamis (12/4/2018) malam.

Ia yang kala itu bersama tiga temannya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah teman menggunakan sepeda motor. Ia dan temannya melintasi jalan Gemuh Weleri pada pukul 16.00 atau tepatnya pada pulang sekolah.

Karena tersesat, ia dan ketiga temannya berbalik arah dan hendak melintasi jalan lain. Namun sayang dirinya malah dihadang oleh 10 orang.

Baca Juga :  I’am Pelgading, Wisata Alam Nan Menakjubkan

“Motor saya dipepet dan dihadang, kemudian saya dipukul di bagian muka. Selanjutnya saya ditanyai sekolah saya dimana, saya jawab kalau saya sekolah di SMK Bina Utama,” terangnya pada Jumat (13/4/20/2018).

Setelah menyebutkan nama sekolahnya, dirinya bersama ketiga temannya dipukul kembali dan langsung dibawa dengan cara diboncengkan oleh pelaku dengan leher dirantai.

“Teman saya dipisahkan,  saya dibawa ke daerah belakang stasiun weleri. Di sana saya disekap dan dipukuli 20 orang menggunakan rantai.” ujarnya.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Grobogan, 80 Desa Alami Kekurangan Air Bersih, Bantuan 1.431.000 liter Air Bersih Telah Disalurkan

Saat pelaku hendak memanggil teman, dirinya memanfaatkan hal itu untuk kabur dan bersembunyi di tempat sampah. Setelah dirasa aman dirinya mendapat pertolongan warga dan diantar ke rumah.

Pihak keluarganya pun segera membawa ke puskesmas brangsong untuk diberikan pengobatan yang menimpa Budi. Akibat kejadian itu Budi mengalami luka memar di bagian punggung dan mukanya.

“Ini saya sedang membawa bukti visum untuk dilaporkan ke polres kendal,” pungkasnya. # Tribunnews