JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PPDB di Sragen Bakal Terapkan Sistem Zonasi. Siswa Pandai Tak Harus Sekolah di Kota

Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

SRAGEN-  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menerapkan sistem zonasi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 mendatang. Nantinya sekolah diharapkan bisa menampung siswa di zonanya terlebih dahulu sebelum menerima siswa dari luar yang dibatasi 20 persen.

Kepala Disdikbud Suwardi mengatakan, sistem zonasi itu diberlakukan salah satu tujuannya agar pendidikan itu tidak terpusat di sekolah-sekolah tertentu yang ada di perkotaan.

Anak-anak yang pandai tidak harus memilh di sekolah favorit, tetapi bisa di wilayah terdekat, maka diatur dengan zonasi.

Menurut dia, pemberlakuan zonasi itu juga tidak akan membuat sekolah-sekolah swasta berteriak karena kekurangan siswa.

Baca Juga :  Bawa Handuk dari Rumah, Puluhan Emak-emak di Desa Karangpelem Sragen Padati Teras Rumah Kades. Ternyata Mau Latihan Buat Baki Lamaran, Petugas Sebut Bisa Ngirit Rp 700.000 Kalau Anaknya Lamaran!

“Kami tidak khawatir dengan adanya sistem zonasi tersebut. Karena murid-murid dari daerah lain juga akan ke Sragen, seperti yang berasal dari Boyolali, seperti sekolah yang ada di Kecamatan Gemolong atau Miri,” kata Suwardi kepada wartawan belum lama ini.

Meski sudah diatur per zona,  murid-murid tetap bisa mendaftar di sekolah luar zona. Hanya saja mereka harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu.

Hal ini karena sekolahan itu memang mementingkan menerima siswa dari daerah yang ada di zonasinya, baru kemudian dari luar zonasi.

Suwardi menjelaskan untuk PPDB SMP juga akan diberlakukan system zonasi tersebut, mulai tahun ajaran mendatang. Untuk PPDB SMP di Sragen berlaku zona kecamatan, tapi dari luar zona bisa menerima murid 20%.

Baca Juga :  Ketemu Pasangan Terbaik Dunia Kevin/Marcus di GOR Billy Beras, Bupati Yuni Pesan Tetap Semangat. Sebut Bulutangkis Jadi Olahraga Populer di Sragen, Dorong Turnamen Lokal Digencarkan!

” Tapi tidak terbatas itu, kalau yang 80% tidak bisa ditutup dari zonasinya, bisa diisi dari zona luar,” jelasnya.

Ketua Dewan Pendidikan M Sauman mengatakan, tidak ada masalah dengan hal itu karena zonasi memang diberlakukan seluruh sekolah yang ada di Jawa Tengah.

Apalagi selama ini juga banyak siswa dari luar daerah yang juga bersekolah di Sragen, seperti dari Boyolali atau Purwodadi.

“Salah satu tujuannya juga untuk pemerataan anak pandai agar tidak terkumpul di satu sekolah saja,” ujarnya. Wardoyo