JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Indonesia Gandeng Fiji Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Kerjasama Indonesia-Fiji
Kerjasama Indonesia-Fiji

FIJI–Dalam rangkaian kunjungan kerja di Republik Fiji, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menandatangani Protokol Amandemen MoU terkait Pemberdayaan Perempuan, Kesetaraan Gender, serta Perlindungan dan Kesejahteraan Anak.

Penandatanganan bersama Menteri Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik Fiji, H.E. Madam Mereseini Vuniwaqa. MoU ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Republik Fiji, khususnya terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di ke dua negara.

“Selama ini, pemerintah Fiji berkomitmen kuat dalam mengembangkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Untuk itu melalui penandatanganan ini, kami sepakat memperpanjang dan mengamandemen MoU yang telah disepakati sebelumnya dengan memperluas cakupan kegiatan kerjasama Indonesia dan Fiji,” ungkap Menteri Yohana dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (23/6/2018).

Sejak 2013 Pemerintah Indonesia melalui KemenPPPA telah menjalin hubungan kerja sama dengan Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan (Kemen PAPK) Fiji. Kerjasama menghasilkan banyak kegiatan bersama seperti pelatihan perencanaan dan penganggaran responsif gender bagi pemerintah Fiji dan pertemuan rutin kelompok kerja bersama baik yang diadakan di Fiji maupun Indonesia.

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya

Menteri Yohana menegaskan pesatnya perkembangan ekonomi dunia saat ini, tentunya tidak luput dari peran perempuan di dalamnya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi dengan memacu produktivitas, menghadirkan pasar tenaga kerja perempuan.

“Saat ini, perempuan masih sering terhambat dalam memenuhi potensi mereka di berbagai sektor, termasuk di bidang ekonomi. Banyak perlakuan diskriminatif dan ketidaksetaraan gender yang dialami perempuan. Untuk itu perlu adanya dorongan dukungan dari banyak pihak bagi kaum perempuan, yaitu dengan mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, sebagai salah satu dari 17 sasaran SDGs untuk mencapai target pembangunan pada 2030,” tegas Menteri Yohana.

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya

Dalam rangkaian kunjungan ke Fiji, Menteri Yohana menghadiri acara pembukaan “Fiji National Women Expo 2018.” Acara ini menghadirkan 340 perempuan pengrajin Fiji dan sekitarnya yang memamerkan hasil kerajinan seperti anyaman, aksesoris, hingga virgin coconut oil.

Selanjutnya mengunjungi sekaligus sekaligus berbincang-bincang dengan para perempuan di Center of Excellence Makoi Women’s Vocational Training Centre (MWVTC) yang merupakan tempat pelatihan bagi para perempuan kelompok rentan, seperti perempuan kepala keluarga, perempuan dengan ekonomi dan pendidikan rendah.

“Saya harap kunjungan ini dapat memperkuat komitmen sekaligus mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Republik Fiji dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di dua negara tersebut. Saya juga akan mengundang delegasi Fiji untuk menghadiri Workshop Gender dan Perubahan Iklim serta FGD Pembuatan Bahan Modul bagi penggerak PPRG Fiji di Indonesia pada tahun ini,” tandas dia. Aris Arianto