JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kemenkominfo Blokir 4.078 Konten Bermuatan Radikal

Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 4.078 konten bermuatan radikalisme dan terorisme.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, setelah peristiwa serangan teror di Surabaya, Jawa Timur, pada 13 Mei 2018, marak konten radikalisme. Sampai dengan 30 Mei 2018, ucap Rudiantara, pihaknya telah memblokir ribuan konten, baik website maupun media sosial.

“Ada 4.078 konten yang diblokir baik itu website maupun akun media sosial,” ujar Rudiantara di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

Baca Juga :  Banjir Menerjang, 49 RT dan 23 Jalan di Jakarta Terendam

Kini, Kememkominfo masih menelusuri dan melakukan verifikasi puluhan ribu konten yang ditengarai bermuatan radikalisme dan terorisme.

“Selain itu ada 20 ribu konten yang sedang diverifikasi,” kata Rudiantara.

Rudiantara menerangkan, konten radikalisme dan terorisme beredar di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.  Menurutnya, konten mulai marak pada 21 Mei 2018 lalu, namun mulai menurun hingga akhir bulan.

Baca Juga :  Status Positif Covid-19 pada Paslon Peserta Pilkada Serentak 2020 Bakal Pengaruhi Nomor Urut, Bisa Dapat Nomor Urut Sisa atau Terakhir

“Bahkan kemarin yang di-take down hanya 40 konten,” ucapnya.

Rudiantara juga memblokir akses terhadap uletin Al Fatihin terbitan Islamic State yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

“Al Fatihin ada 70-an hingga 80-an versi yang beredar. Kita blokir semuanya,” imbuh Rudiantara.

www.tribunnews.com