Beranda Umum Nasional Awas, Marak Permen Berisi Narkoba. Sasar Anak Sekolah, Harganya Mencengangkan! 

Awas, Marak Permen Berisi Narkoba. Sasar Anak Sekolah, Harganya Mencengangkan! 

116
BAGIKAN
Ilustrasi permen narkoba

BEKASI– Masyarakat kembali harus meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya yang masih sekolah. Pasalnya belakangan jaringan peredaran narkoba mulai mengincar pelajar lewat jualan permen berisi narkoba.

Salah satu buktinya terjadi di Bekasi. Di mana kepolisian setempat sukses membongkar kasus peredaran narkoba jenis sabu dengan modus dibungkus kemasan permen. Seorang kurir berinisial AM ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Polsek Medansatria, Komisaris I Made Suweta, menerangkan tersangka AM dibekuk di sekitar Apartemen Mutiara, Bekasi Selatan. Dari tangan tersangka disita sebanyak 24 paket sabu dalam bungkus permen.

“Kami masih mengembangkan kasus ini,” kata Made Suweta, Jumat (27/7/2018).

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di sekitar Apartemen Mutiara. Polisi lalu menyelidiki informasi tersebut, dan mendapati orang tak dikenal cukup mencurigakan.

“Sesuai dengan ciri-ciri dari informan, kami langsung menangkapnya,” ujar Made Suweta.

Menurut dia, tersangka tak bisa mengelak begitu ditemukan narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan permen tersebut. Kepada polisi, tersangka mengaku bahwa barang haram tersebut dipasok dari seorang bandar di wilayah Cilegon, Banten.

“Kami masih memburu bandarnya,” ujar Made Suweta.

Ia mengatakan, tersangka yang merupakan pengangguran ini sudah enam bulan berjualan narkoba. Sasarannya masyarakat umum termasuk pelajar dan mahasiswa di Bekasi dan Jakarta. Dalam sebulan, kata dia, tersangka bisa menjual hingga 60 gram.

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo: Jumlah Kasus Korupsi di Kemendagri Meningkat

“Tersangka sekali mengambil 20 gram, lalu dikemas sendiri sabu itu ke dalam kemasan permen,” ujar dia.

Made Suweta menuturkan, setiap paket sabu dalam kemasan permen dijual kepada pengguna Rp 300 ribu. Karena itu, dalam sebulan tersangka bisa memperoleh keuntungan hingga belasan juta rupiah.

“Satu gram dipecah menjadi lima sampai dengan tujuh kemasan permen,” ujarnya.

AM kini mendekam di sel tahanan Polsek Medansatria. Pria asal Cilegon, Banten, ini dijerat dengan Undang-Undang Narkotika, ancamannya hukuman penjara maksimal 20 tahun. Adapun barang bukti disita berupa 24 paket sabu dalam kemasan permen, dan timbangan digital.

www.tempo.co