JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Fenomena Baru Banyak Warga Sragen Alami Gangguan Jiwa. Ada 5 Orang dari Mondokan, Satu Memberontak Saat Dievakuasi

Evakuasi Iwan, pemuda dengan gangguan jiwa oleh Polsek Mondokan dan kerabatnya, Minggu (19/8/2018). Foto/Wardoyo

IMG 20180819 WA0037 1 1024x768
Evakuasi Iwan, pemuda dengan gangguan jiwa oleh Polsek Mondokan dan kerabatnya, Minggu (19/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Fenomena memprihatinkan terjadi di Sragen. Tak hanya kasus gantung diri, belakangan banyak warga yang dilaporkan mengalami gangguan jiwa.

Di beberapa wilayah, Polsek setempat bahkan berulangkali menangkap dan mengamankan orang dengan gangguan jiwa. Sebagian ada yang dikirim ke dinas sosial sebagian dirujuk ke RSJ Solo untuk mendapatkan pengobatan.

Salah satu wilayah yang intens terdapat kasus gangguan jiwa adalah Kecamatan Mondokan. Data yang dilansir Polsek setempat, dalam kurun sebulan terakhir, tercatat sudah ada lima warga yang terpaksa dievakuasi lantaran mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga :  Sebut Jenderal Listyo Sigit Kapolri Spesial, Guru Besar Yayasan Asal Sragen Ini Beri Masukan Bagus untuk Rekrutmen Calon-calon Anggota Polri. Berharap Ada Kurikulum Khusus bagi Siswa Menengah, Kuota Siswa Yatim Piatu dan Anak-anak Desa Ditambah!

“Hampir setiap minggu Polsek kami menangani orang terkena gangguan jiwa. Dalam penanganannya orang yang terkena gangguan jiwa ada yang menurut dan ada yang berontak, ada yang sudah berkeluarga dan ada yang masih bujang,” papar Kapolsek Mondokan, AKP Kabar Bandiyanto mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman Senin (20/8/2018).

Kapolsek menuturkan dalam beberapa pekan terakhir, warga yang dievakuasi karena gangguan jiwa diantaranya,

-Endi Prasetyo (28) asal Pengkolrejo RT 16, Tempelrejo. Kemudian Priyono bin Citro Paidi asal Bendorejo RT 15, Tempelrejo, Supanto / Sofyan (21) asal Bendorejo RT 15 B, Tempelrejo.

Baca Juga :  Ciptakan Sejarah Bersama Suroto, Bupati Yuni Berharap Masa Jabatan Tetap 5 Tahun. Fokus Infrastruktur dan Rombak Aura Gunung Kemukus di Periode Kedua

Di belakang mereka masih Ngatimin (47) adal Teguhan RT 01, Desa Tempelrejo.

Lantas, ada Iwan Kriswahyudi (46) asal Dukuh Tlebuk RT 01 Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan. Iwan barusaja dievakuasi Minggu (19/8/2018) dan dikirim ke RSJ Solo dengan dikawal Kanit Binmas Polsek Mondokan, Aiptu Mulyo.

“Alhamdulilah dengan sinergitas dengan karyawan Puskesmas Mondokan, semua orang yang termena gangguan jiwa di wilayah kami bisa diatasi dengan baik dan diantar ke RSJ Surakarta untuk diobati,” ujar AKP Kabar. Wardoyo