loading...
Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA  –  Kekerasan terhadap wartawan tak hanya terjadi di Indonesia. Di Rusia pun hal itu bisa terjadi. Bahkan, tiga orang wartawan yang tengah berupaya menginvestigasi kontraktor militer Rusia dan kepentingan Rusia dalam industri pertambahan emas, berlian dan uranium di Republik Afrika Tengah, tewas dibunuh.

Namun pihak penyidik tidak menemukan tanda-tanda penyiksaan pada jenazah tiga jurnalis Rusia yang tewas di Republik Afrika Tengah.

Saat melakukan tugasnya, akhirnya kendaraan mereka disergap Senin (30/7/2018) malam, seperti diungkap rekan korban, yang dilaporkan oleh Associated Press, Sabtu (4/8/2018).

Loading...

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan jasad ketiganya, Kirill Radchenko, Alexander Rastorguyev dan Orkhan Dzhemal masing-masing memiliki dua luka tembak, tetapi tidak ada cedera yang menunjukkan mereka disiksa.

Baca Juga :  Gara-gara Makan Sandwich di Peron, Lelaki Ini Diborgol Polisi

Letnan Rock Benam, komandan unit gendarmerie di lokasi kejadian mengatakan kamera jurnalis dan peralatan lain telah diambil tetapi tas lain dan kartu pers mereka tetap berada di kendaraan bersama sopir, yang melarikan diri.

Dmitry Utkin (paling kanan), pemimpin Wagner, berfoto dengan presiden Rusia Vladimir Putin dan komandan Wagner lainnya. Foto diyakini diambil pada Desember 2016.[www.opendemocracy.net]

Eric Dider Tambo, jaksa agung di ibukota Bangui, mengatakan penyelidikan telah digelar untuk mengusut kematian korban.

Baca Juga :  Pria Ini Tikam Mati Istrinya Karena Maniak Bintang Film Bollywood, Lalu Tewas Gantung Diri

Rekan-rekan jurnalis mengatakan pembunuhan itu kemungkinan terkait dengan proyek investigasi yang mereka kerjakan. Tokoh oposisi Rusia yang diasingkan Mikhail Khodorkovsky, yang membiayai mereka, berjanji untuk menyelidiki pembunuhan.

Khodorkovsky, yang sekarang tinggal di London setelah menghabiskan 10 tahun di penjara Rusia, mengatakan para jurnalis sedang menyelidiki perusahaan keamanan swasta Rusia yang beroperasi di Republik Afrika Tengah, yang dikenal sebagai Wagner. Perusahaan ini terkait dengan Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha Saint Petersburg yang dijuluki “koki Putin” karena hubungan dekatnya dengan Kremlin.

Baca Juga :  Arkeolog Peru Berhasil Temukan Kuil Para Penyembah Air Berusia 3000 Tahun

Para pejabat Republik Afrika Tengah mengatakan korban diculik oleh sekitar 10 pria yang mengenakan turban dan berbicara bahasa Arab. Sopir mereka melarikan diri dan melaporkan penyergapan.

Sputniknews melaporkan bahwa penyidik akan menyerahkan jasad korban kepada keluarganya pada Selasa 7 Agustus, setelah semua proses penyelidikan selesai.

Menurut Baranzhieva, penulis skrip dan rekan Alexander Rastorguev, pengiriman jenazah ke Rusia dilakukan pada Jumat 3 Agustus.

“Jenazah akan dibawa ke Komite Investigasi, dan mereka berjanji untuk menyerahkan jenazah tiga jurnalis pada Selasa,” kata Baranzhieva.

www.tempo.co

Loading...