loading...


Ilustrasi kebakaran

SRAGEN- Kebakaran hebat kembali terjadi di Desa Kecik, Tanon. Minggu (9/9/2018) petang, kebakaran melanda rumah milik Slamet Widodo (38) warga Dukuh Pilangan, RT 20, Desa Kecik, Tanon.

Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 15.45 WIB. Rumah limasan milik korban hangus tak tersisa dilalap kobaran api.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Pemilik rumah kebetulan tengah mengantar putrinya yang hendak berangkat ke Solo untuk masuk kuliah.

Data yang dihimpun di lapangan, api kali pertama diketahui saudara korban, Sugiyanto (40) yang tinggal bersebelahan.

Saat itu, ia dikejutkan dengan kepulan asap disertai kobaran api dari rumah bagian belakang milik korban. Bersamaan dengan kobaran api yang membumbung tinggi, terdengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas dan televisi.

Baca Juga :  Ditetapkan Tersangka Kasus Kasda Sragen, Begini Tanggapan Lengkap Mantan Bupati Agus

Melihat hal itu, ia langsung berteriak minta tolong. Dalam sekejap, warga langsung berhamburan membantu melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Kondisi rumah Slamet Widodo, asal Dukuh Pilangan, Kecik, Tanon yang ludes dilalap si jago merah, Minggu (9/9/2018). Foto/Wardoyo

Namun konstruksi rumah yang terbuat dari kayu membuat api makin tak terkendali. Perjuangan warga akhirnya terhenti ketika api sudah tak bisa dikendalikan lagi.

Kedatangan tiga unit mobil pemadam kebakaran 30 menit kemudian, hanya bisa melokalisir sisa api yang sudah terlanjut menghanguskan rumah berikut isinya.

Tak ada yang bisa diselamatkan. Semua harta benda di dalam rumah korban, ludes jadi abu. Api baru bisa dipadamkan secara tuntas pukul 16.45 WIB tanpa ada yang tersisa.

Baca Juga :  PDAM Sragen Buka Pendaftaran Sambungan Murah, Biaya Hanya Rp 507.000. Ditutup 15 Desember, Ini Syarat-Syaratnya! 

“Uang kas karang taruna Rp 1,5 juta dan uang yang disiapkan untuk membayar kuliah juga ikut terbakar. Nggak ada yang bisa diselamatkan. Korban termasuk keluarga sederhana dan anaknya pintar dan masuk kuliah pun lewat bidik misi,” ujar Tri, salah satu tetangga korban ditemui di lokasi kejadian.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menguraikan kerugian yang dialami adalah satu rumah limas kayu jati, dinding papan kayu jati, diesel 2 unit merk honda dan general, televisi 1 unit, mesin jahit 1 unit, kompor gas, hingga sepeda onthel 2 unit. Tak hanya itu, semua surat berharga seperti  surat kendaraan, ijazah, sekolah, akte, kartu miskin dan uang tunai Rp. 2.500.000,- . Keseluruhan kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Baca Juga :  Sering Bikin Onar dan Mengamuk, Pemuda di Sidoharjo Sragen Ditangkap Polisi. Evakuasi Berlangsung Dramatis 

“Hasil olah TKP, dugaan sementara akibat korsleting listrik,” tandasnya. Wardoyo

 

 

Loading...