loading...


Dra Sis Ismiyati, M.M, Drs Triyana, M.M dan Sapta Hermawati  membunyikan sirine saat launching iSolo di Atrium Solo Grand Mall, Rabu (12/9/2018)

SOLO –  Di zaman milenial seperti ini, bukan saatnya perpustakaan terasing dari masyarakatnya. Perpustakaan harus menyatu dan lebur dalam gerak dan dinamika zaman maupun masyarakat yang melingkupinya.

Dengan latar belakang itulah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Surakarta  menyelenggarakan acara “Gelar Pustaka & Arsip 2018” yang berlangsung dari Rabu (12/9/2018) hingga Sabtu (15/9/2018).

Tak tanggung-tanggung. Meski kantor Arpusda telah memiliki aula terbuka yang cukup luas di lantai 3,  namun untuk penyelenggaraan acara ini mengambil lokasi di Atrium Solo Grand Mall.

Gelar pustaka & Arsip oleh Arpusda Solo di Atrium Solo Grand Mall, Solo Rabu (12/9/2018) hingga Sabtu (15/9/2018).

Gelar Pustaka dan Arsip yang mengusung tema “Membangun Karakter Generasi Muda dengan Gerakan Literasi Sejak Dini” tersebut juga dibarengi dengan launching iSolo , yakni aplikasi perpustakaan digital berbasis Android yang dikembangkan untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi dewasa ini.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Arpusda Provinsi Jateng, Sapta Hermawati. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten Pengembangan Ekonomi, Drs Triyana, MM. Para camat dan Lurah, perwakilan sekolah maupun komunitas hadir sebagai tamu undangan dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Guru "Gokil" J Sumardianta Akan  Beber Tips Hadapi Cyber Parenting di Solo Paragon Mall

Dalam kata sambutannya, Kepala Arpusda Kota Surakarta, Dra Sis Ismiyati, MM mengatakan, peningkatan gemar membaca dan menulis dalam bentuk cetak  harus senantiasa digaungkan di tengah perkembangan era digital.

“Acara ini juga penting sebagai wadah keilmuan bagi penerbit dan pembaca, selain tentu saja, menjadi ajang promosi Arpusda sebagai pusat dan sumber informasi,” papar Sis Ismiyati.

Dijelaskan, acara tersebut diikuti oleh 30 stand yang terdiri dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Balai Penerbit Brille Bandung, Penerbit dan Distributor di wilayah DIY-Jateng, LSM dan Komunitas bidang Pustaka dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Sekretaris Arpusda Provinsi Jateng, Sapta  Hermawati mengapresiasi Pemkot Surakarta dan Arpusda Surakarta yang telah mengangkat isu literasi tersebut. Hal itu sangat penting, menurut Sapta, karena budaya membaca dan menulis di kalangan anak didik dan masyarakat di lingkup Jateng masih rendah.

Baca Juga :  UNS Berikan Penghargaan Kepada Pemerhati UMKM

Karena itu, pembiasaan membaca dan menulis haruslah dimulai dari lingkup keluarga. Orangtua harus mau mengajak anak-anaknya membaca dan menulis bersama-sama, tak harus lama namun dilakukan secara konsisten dan terus menerus.

“Ini bisa diwujudkan dengan mengkreasi adanya pojok membaca di rumah. Dan secara regulatif pembiasaan ini butuh  keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga-lembaga terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pengembangan Ekonomi Pemkot Surakarta, Drs Triyana, MM mengatakan, kualitas SDM hanya bisa ditempuh dengan pendidikan, baik formal maupun non formal. Karna itu, ketersediaan buku berkualitas sangat dibutuhkan .

Baca Juga :  Paguyuban Peternak Ayam Petelur di Solo Demo Karena Harga Telur Terlalu Murah

Di samping itu, budaya baca harus ditingkatkan secara dinamis dan bertanggung jawab. Karena itu, ujar Triyana, apa yang dilakukan Arpusda tersebut merupakan langkah provokatif terhadap dunia pustaka yang selama ini asing dari masyarakatnya.

“Karena itu, kepada para pengunjung dan para tamu, silakan gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan sampai generasi muda lebih suka gadget daripada buku,” ujarnya.  #suhamdani

 

Loading...