loading...

Kapolres AKBP Arif Budiman. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengisyaratkan siap untuk membongkar kasus dugaan kecurangan dan penyimpangan seleksi perangkat desa (Perdes) Sragen. Setelah menaikkan satu aduan ke tahap penyidikan, ia pun menegaskan siap menindaklanjuti yang lainnya.

“Kenapa tidak (siap)? Kan sudah kita buktikan dengan satu yang naik penyidikan. Tunggu, ini masih mendalami laporan dan aduan yang lain. Satu persatu,” paparnya Rabu (12/9/2018).

Perihal desakan banyak elemen, baik peserta, relawan hingga DPRD yang berharap besar, permainan seleksi Perdes bisa dibongkar hingga aktor intelektualnya, Kapolres meminta semua bersabar.

Just wait and see. As soon as I can,” urainya.

Sementara, disinggung soal penetapan tersangka untuk satu berkas yang sudah penyidikan, ia menyampaikan tinggal menunggu waktu. Saat ini penyidik masih berkonsentrasi mendalami beberapa laporan lain yang masuk.

Di sisi lain, Kamis (13/9/2018), penyidik kembali memanggil dan memeriksa panitia seleksi dari satu desa di Kecamatan Masaran.

Loading...

Sebelumnya, Kapolres menyampaikan sejauh ini, Polres sudah menemukan ada 21 indikasi penyimpangan dalam proses seleksi Perdes.

Terkait hal itu, tim tengah dikerahkan untuk mengusut dan memilah 21 penyimpangan itu. Menurutnya dari jumlah itu, ada yang masuk ranah mal administrasi dan ada yang masuk ranah pidana.

“Nah yang masuk domain pidana kita onceki (kupas) lagi. Ada satu sudah kita naikkan ke tahap penyidikan. Insyallah dalam.waktu tidak lama, akan kita tetapkan tersangka,” paparnya.

Perihal berapa temuan yang masuk ranah pidana, Kapolres menyampaikan semua masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan. Tim.masih bekerja ekstra untuk menelaah, mengumpulkan data dan bukti sebelum membuat kesimpulan.

Perihal apakah setelah satu laporan itu, akan menyusul laporan lain yang akan dinaikkan ke penyidikan, Kapolres meminta semua bersabar. Pun dengan prediksi banyak pihak bahwa kemungkinan bakal ada banyak laporan yang berujung penetapan banyak tersangka alias tsunami tersangka, Kapolres hanya tersenyum.

“Pokoknya ada satu yang sudah dinaikan ke penyidikan. Karena berkasnya banyak dan harus kita cek satu persatu data pendukungnya. Satu kita telaah, kita petani (cermati) lagi, baru kita simpulkan,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...