JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Toyota Berikan Sedan Vios Terbaru untuk SMKN 1 Purworejo, ini Alasanya

Toyota Indonesia meresmikan kelas Budaya Industri di SMKN 1 Purworejo pada Senin, 24 September 2018.
Toyota Indonesia meresmikan kelas Budaya Industri di SMKN 1 Purworejo pada Senin, 24 September 2018. Tempo.co

PURWOREJO – Toyota memberikan satu unit Toyota Vios keluaran terbaru kepada SMKN 1 Purworejo. Mobil tersebut diberikan oleh Wakil ketua Dewan Pembina Yayasan Toyota dan Astra (YTA) sekaligus Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto saat peresmian Kelas Budaya Industri SMKN 1 Purworejo pada Senin, (24/9/2018).

Toyota Vios yang diberikan merupakan keluaran terbaru yang diharapkan dapat melengkapi mesin-mesin untuk dipelajari, sehingga apa yang didapat oleh para siswa bukan hanya mobil-mobil lama yang masih menggunakan sistem karburator.

“Di sini sudah banyak mesin-mesin berbagai kendaraan, namun kami ingin lengkapi lagi dengan Toyota Vios. Jadi kami harapkan Toyota Vios Ini menjadi salah satu yang melengkapi prasarana yang sudah ada, sehingga siswa-siswi di sini bisa belajar dan praktik kendaraan sedan,” ujarnya pada Senin (24/9/018).

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Toyota Vios merupakan bantuan atas kerjasama Toyota Indonesia bersama YTA yang sebelumnya sudah memberikan mesin Toyota Fortuner untuk dipakai praktik oleh SMKN 1 Purworejo.

Kehadiran Program Kelas Budaya Industri Toyota Indonesia dilatarbelakangi keinginan untuk makin memperkaya keterampilan generasi muda, khususnya lulusan SMK agar mereka mudah terserap dengan baik di dunia usaha. Melalui keberadaan kelas-kelas budaya industri di SMK, karakater dan budaya para siswa akan lebih terasah dan tidak semata mengandalkan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Baca Juga :  Himadi Unisri Gelar Webinar, Hadirkan Wirausahawan Milenial

Kecakapan kerja dalam hal ini bukan semata masalah keterampilan atau kompetensi teknis tertentu, melainkan lebih ke mentalitas bekerja yang sistematis, efisien, dan efektif yang harus diakui membutuhkan waktu lebih lama.

“Jika mentalitas sudah terbentuk, maka mereka lebih siap pakai atau jauh lebih siap untuk diisi dengan fundamental skills atau keterampilan teknis yang spesifik dengan jenis pekerjaan yang akan mereka tangani di dunia industri, baik lewat pelatihan di tempat kerja maupun pelatihan khusus,” kata Henry.

www.tempo.co