JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Proyek Komputer SID 195 Desa di Sragen. Usai Periksa Ratusan Kades, Kejari Bidik Pemeriksaan Sejumlah Pihak Ini 

Muh Sumartono. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20180802130646 652x489
Muh Sumartono. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen memastikan penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer Sistem Informasi Desa (SID) di 195 desa di Sragen 2017, tetap berlanjut. Saat ini, tim masih mengintensifkan evaluasi hasil pemeriksaan terhadap Kades-kades sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak lain.

Hal itu disampaikan Kajari Sragen, Muh Sumartono didampingi Kasie Pidana Khusus, Adi Nugraha, Selasa (2/10/2018). Kajari mengungkapkan penanganan kasus pengadaan proyek komputer dengan total anggaran hampir Rp 3,9 miliar itu terus berjalan. Tim sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap para Kades di hampir semua kecamatan dan kini tinggal dilakukan evaluasi.

Baca Juga :  Tarif Murah, Bus Trans Jateng Solo-Sangiran-Sumberlawang Jadi Primadona Warga. Berpeluang Dibuka Feeder Langsung ke Sangiran dan Gunung Kemukus, Setuju?

“Tetap jalan terus. Ini sementara juga sedang fokus menyelesaikan beberapa kasus yang sudah penyidikan seperti kasus Doyong Miri. Karena memang banyak yang harus ditangani jadi harus terapkan skala prioritas. Utamanya yang sudah penyidikan dulu,” papar Kajari ditemui Selasa (2/10/2018).

Kajari memastikan setelah para Kades, nantinya akan dilanjutkan ke beberapa pihak untuk dimintai keterangan. Seperti dari pihak rekanan maupun dinas yang terkait.

Kasie Pidsus, Adi Nugraha menegaskan tidak ada istilah mandek dan penanganan kasus SID tetap jalan terus. Namun ia menyatakan mengingat kasus SID melibatkan banyak pihak dengan jumlah desa hampir 196 desa, maka penanganannya pun juga membutuhkan cukup waktu.

Baca Juga :  Tragis, Anggota Kodim Sragen Mendadak Ambruk dan Meninggal Saat Ujian Kenaikan Pangkat. Hasil Swab Ternyata Positif Terpapar Covid-19

“Ini masih menyusun dan mengevaluasi hasil pemeriksaan Kades-kades yang sudah kita mintai keterangan. Tapi karena masih ada kasus lain yang juga dikejar tenggat waktu penahanan seperti kasus Doyong, kita sementara prioritaskan selesaikan itu dulu. Sambil nanti menyusun rencana pemanggilan selanjutnya,” paparnya.

Adi memastikan setelah Kades, arah pemanggilan akan berlanjut ke pihak rekanan hingga dinas terkait. Perihal kapan pemanggilannya, pihaknya memastikan dalam waktu tidak lama lagi.

“Soal kesimpulan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Nanti tunggu saja perkembangannya,” tukasnya. Wardoyo