loading...
Loading...
Muh Sumartono. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen memastikan penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer Sistem Informasi Desa (SID) di 195 desa di Sragen 2017, tetap berlanjut. Saat ini, tim masih mengintensifkan evaluasi hasil pemeriksaan terhadap Kades-kades sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak lain.

Hal itu disampaikan Kajari Sragen, Muh Sumartono didampingi Kasie Pidana Khusus, Adi Nugraha, Selasa (2/10/2018). Kajari mengungkapkan penanganan kasus pengadaan proyek komputer dengan total anggaran hampir Rp 3,9 miliar itu terus berjalan. Tim sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap para Kades di hampir semua kecamatan dan kini tinggal dilakukan evaluasi.

Baca Juga :  7 Bulan Warga 3 Dukuh di Miri Sragen Terisolasi, DPRD Desak Jembatan Gilirejo Yang Runtuh Segera Dibangun

“Tetap jalan terus. Ini sementara juga sedang fokus menyelesaikan beberapa kasus yang sudah penyidikan seperti kasus Doyong Miri. Karena memang banyak yang harus ditangani jadi harus terapkan skala prioritas. Utamanya yang sudah penyidikan dulu,” papar Kajari ditemui Selasa (2/10/2018).

Kajari memastikan setelah para Kades, nantinya akan dilanjutkan ke beberapa pihak untuk dimintai keterangan. Seperti dari pihak rekanan maupun dinas yang terkait.

Baca Juga :  Boyong Semua Pejabat, UNS Teken MOU Kerjasama dengan Ndayu Park Sragen. Rektor Sebut Outbond November Bakal Jadi Malam Pertama 

Kasie Pidsus, Adi Nugraha menegaskan tidak ada istilah mandek dan penanganan kasus SID tetap jalan terus. Namun ia menyatakan mengingat kasus SID melibatkan banyak pihak dengan jumlah desa hampir 196 desa, maka penanganannya pun juga membutuhkan cukup waktu.

“Ini masih menyusun dan mengevaluasi hasil pemeriksaan Kades-kades yang sudah kita mintai keterangan. Tapi karena masih ada kasus lain yang juga dikejar tenggat waktu penahanan seperti kasus Doyong, kita sementara prioritaskan selesaikan itu dulu. Sambil nanti menyusun rencana pemanggilan selanjutnya,” paparnya.

Baca Juga :  Limbah Makin Parah, Warga Tepi Bengawan Solo Mulai Terserang Gatal-Gatal. Air Sumur Puluhan Tahun Tercemar, Pemerintah Diminta Jangan Diam Saja!  

Adi memastikan setelah Kades, arah pemanggilan akan berlanjut ke pihak rekanan hingga dinas terkait. Perihal kapan pemanggilannya, pihaknya memastikan dalam waktu tidak lama lagi.

“Soal kesimpulan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Nanti tunggu saja perkembangannya,” tukasnya. Wardoyo

Loading...