JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Novel Jawa Prahu Layar Ing Kali Code Dibedah di Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta


loading...
Loading...
Foto-foto: Dok SSJY

JOGJA – Bedah novel Prahu Layar Ing Kali Code yang berlangsung di Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta (SSJY), Minggu (14/10/2018) kemarin berlangsung seru.

Bedah novel berbahasa Jawa yamg berlangsung di SSJY yang kebetulan berlokasi di sebelah timur Kali Code itu dimeriahkan dengan berbagai  pementasan.

Bebrapa di antaranya adalah  pembacaan gurut “Indonesia” dan teatrikalisasi gurit, pembacaan Cerkak dan pembacaan nukilan Novel. Acara dimeriahkan pula oleh pementasan klub Sariswara berupa dolanan anak.

Sementara acara inti diawali dengan pembacaan nukilan Novel oleh sastrawan Jawa Margaretha Widhi Pratiwi dan Yohanes Adi Satiyoko.

Baca Juga :  Alergi pada Anak, Begini Ciri-ciri dan Cara-cara Penanganannya

“Diskusi novel membabar tentang eksistensi mitos yang dikaitkan dengan modernitas,” papar Adi Satiyoko dalam rilisnya ke Joglosemarbews.

Dalam novel tersebut, pengarang mengajak pembaca untuk realistis menghadapi berbagi mitos dalam lingkup kehidupan modern dengam cara menyikapi mitos tersebut seperlunya.

Penggambaran mitos tersebut juga berfungsi sebagai kritik sosial dalam tata kehidupan masyarakat Jawa (Yogya pada khususnya).

Acara diskusi makin menghangat ketika sampai sesi tanya jawab. Cukup banyak pertanyaan, yang pada intinya mempertanyakan fungsi mitos, bagaimana cara kita sekarang memanfaatkan mitos sebagai ajaran tentang kearifan lokal.

Baca Juga :  Ini Kumpulan Ucapan Maulid Nabi, Pas Dishare via WhatsApp, Facebook dan Instagram

Penanya yang lain juga ingin mengetahui bagaimana pengarang memperkaya data tulisan sampai bisa menghasilkan karya fiksi berbasis realita sosial budaya.

Menjawab pertanyaan itu, Budi Sardjono, sang penulis yang kebetulan juga seorang wartawan menjelaskan, data diperoleh dengan “Klayapan” ke tempat-tempat yang dianggap bisa memberikan data sosial budaya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengarang Jawa, wartawan, budayawan, akademisi, mahasiswa, anak-anak sekolah dari SD hingga SMA, oara pandhemen sastra budaya, praktisi sastra dari Ponorogo, Pacitan, Semarang, Surakarta, dll.

Baca Juga :  Ini Kumpulan Ucapan Maulid Nabi, Pas Dishare via WhatsApp, Facebook dan Instagram

Dijelaskan Adi Satiyoko, pertemuan SSJY adalah pertemuan umum yang dihadiri oleh anggota dan terbuka bagi masyarakat luas.

Acara tersebut mengemban visi misi  mengembangkan Jawa dan kejawaan melalui aktivitas kreatif utamanya bagi generasi muda.

Strategi pembinaan bagi generasi muda adalah dengan mengajak mereka mengenal kembali dengan apresiasi sastra Jawa, ikut terlibat di setiap kegiatan dan diajak produktif menghasilkan karya tulis Jawa.

“Alhasil sejak tahun 2007 sudah bermunculan ‘sastrawan-sastrawan’ muda SSJY,” jelasnya. #suhamdani

Loading...