loading...
Loading...
Ilustrasi | joglosemarnews.com

SLEMAN – Passing grade untuk tes seleksi CPNS tahun ini dinilai oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo terlalu berat.

Pernyataan tersebut dilontarkan menyikapi menyikapi kelulusan peserta di DIY-Jateng yang rata-rata baru sekitar 7-8 %.

Menurut Sri Purnomo passing grade kali ini cukup memberatkan peserta. Yakni dengan skor total minimal 298, dengan perincian minimal skor di setiap tes yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143. Namun demikian, ia mengembalikan itu semua ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  Semua Rangkaian Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta Terbuka untuk Masyarakat Umum, Warga Antusias Saksikan Upacara Tumplak Wajik

“Ya monggo inikan penyelenggara pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya melaksanakan. Kalau memang menggunakan passing grade yang telah ditentukan tapi kenyataan banyak yang belum masuk artinya kalau ini dipertahankan maka akan banyak formasi yang tidak terisi,” jelasnya usai memantau pelaksanaan hari kedua ujian Computer Assisted Tes (CAT) SKD CPNS Kabupaten Sleman di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga :  120 Mobil VW Tampil di Jogja VW Festival 2019, Termasuk dari Jepang dan Belgia

Sementara berdasarkan pantauannya, pelaksanaan tes pada hari kedua tersebut berjalan lancar.

Menurutnya para peserta mengikuti tes sesuai ketentuan yang berlaku dan sarana prasarana sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.

“Saya berharap dengan sistem CAT ini bisa terseleksi CPNS yang terbaik sehingga dapat mendukung performa pemerintah daerah semakin lebih baik lagi,” ucap Bupati Sleman.

Baca Juga :  PN Yogyakarta Tutup Lapak PKL di Kawasan Gondomanan Yogyakarta, Pedagang Hanya Bisa Pasrah dan Ingin Bertemu Sri Sultan HB X

Namun demikian, Sri Purnomo menegaskan, Pemkab Sleman tetap  akan mengikuti kebijakan passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang diberlakukan pemerintah pusat. #tribunnews

Loading...