Proses Seleksi Perdes Sragen, 2 Pemdes Kembali Diadukan. Polres Didorong Berani Tuntaskan Aktor Intelektual dan Oknum Kades Pengepul Setoran

-

Laporan Supriyadi ke Polres Sragen Selasa (6/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penjaringan dan penyaringan perangkat desa (Perdes) Sragen kembali disoal. Kali ini, dua Pemdes di Kecamatan Gondang diadukan ke Polres Sragen lantaran diduga terjadi kejanggalan atas proses penjaringan penyaringan Perdes.

Aduan dilakukan oleh Supriyadi (36) asal Dukuh Ngelo, Glonggong, Gondang. Dia resmi mengadukan dugaan kejanggalan di proses penjaringan penyaringan Perdes pada 8 Agustus 2018 ke Polres Selasa (6/11/2018).

“Saya meragukan keabsahan stempel dan logo universitas pada berkas pengumuman yang dikeluarkan panitia desa pada 8 Agustus 2018. Kami tadi melapor dengan menyerahkan beberapa bukti. Kami menduga stempel dan logonya tidak asli karena berbeda dengan yang lainnya,” papar Supriyadi usai melapor di Polres.

Baca Juga :  Pendaftaran Panwascam Sragen Resmi Dibuka. Gaji Dijamin Beda, Simak Jadwal dan Tahapannya! 

Supri yang juga salah satu peserta seleksi dan gagal terpilih berharap laporan itu bisa ditindaklanjuti dan jika benar ada kejanggalan, bisa diusut tuntas. Dirinya tak masalah dirinya gagal namun berharap ada keterbukaan dari semua proses tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Baca Juga :  Bacakan Duplik, Mantan Bupati Agus Sebut Istilah Jebakan Batman dan Musang Berbulu Domba. Minta "Hukum Saya Seadil-adilnya", Berikut Duplik Lengkapnya! 

Aduan diterima Ka SPK Polres Sragen, Slamet Riyantaka. Ia datang ke Polres didampingi Yudi Ananda, koordinator peserta seleksi Perdes yang gagal. Ia juga menyampaikan beberapa dokumen dari seleksi Perdes lainnya yang menurutnya juga terindikasi ada ketidaktransparanan dalam penilaian prestasi dedikasi.

Baca Juga :  Dihadiri Pejabat Polda, Polres Sragen Peringati Maulid Nabi dengan Bantu Ponpes di Desa Terpencil Gesi. Kapolres Bagikan Santunan Anak Yatim

Selain melengkapi dokumen, ia juga berharap beberapa aduan yang sudah dimasukkan sebelumnya segera diusut tuntas dan ada penetapan tersangka.

Hal itu juga merujuk pernyataan pucuk pimpinan Polres terkait adanya stage kedua dan ketiga setelah penetapan tersangka pada Kades Saradan, Karangmalang beberapa waktu lalu.

“Harapan kami semua bisa diusut tuntas. Termasuk oknum-oknum Kades pengepul dan aktor intelektual yang turut terindikasi menerima uang setoran. Karena kami sudah ada bukti rekamannya dan juga sudah kami sampaikan ke Polres, Polda hingga KPK,” katanya.

Sayangnya dua Pemdes yang diadukan gagal dimintai konfirmasi. Hingga berita ini ditulis, pihak Kades belum bisa dihubungi dan HP menunjukkan nada dialihkan.

Baca Juga :  Warga Jenar Sragen Ungkap Harga Sewa Tanah Kas Desa Menyusut Rp 5 Juta di Kuitansi! 
Baca Juga :  Pendaftar CPNS Sragen Diprediksi Capai 3.000 Orang. Hari Pertama Masih Nihil, BKPP Sebut Kemungkinan Pendaftar Bakal Ramai Mulai Hari Kedua 

Sementara Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menyampaikan akan mendalami data dan aduan yang diterima itu sesuai dengan mekanisme. Menurutnya saat ini sebagian laporan sebelumnya memang masih dalam proses penanganan penyidik.

Sebelumnya, Kapolres memang menggaransi akan ada tiga tahapan dalam menangani kasus seleksi Perdes Sragen. Setelah Saradan, ia menegaskan akan ada kelanjutan babak penanganan di stage kedua dan ketiga.

Bahkan ia sempat mengisyaratkan tak ada masalah untuk mengusut tuntas hingga kemungkinan tersangka level berikutnya. Wardoyo

 

 

 

 

- Advertisment -

Must Read

Ogah Dibawa Berobat, Pria di Krandegan Nekat Gorok Leher Sendiri Hingga...

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Kebumen digemparkan dengan adanya peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring. HW (31) nekat menghabisi nyawa...