JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

75 Orang di Kabupaten Batang Terinfeksi HIV/AIDS, 2 di Antaranya PNS

Ilustrasi/tribunnews

BATANG – Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang pada tahun 2018 mulai dari Januari hingga Oktober, di wilayah Kabupaten Batang terdapat 75 orang penderita HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan, Hidayah Basbeth mengungkapkan, dari 75 orang tersebut dua orang di antaranya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Dari 75 kasus terdapat dua PNS yang terinfeksi, kami terus pantau perkembangannya hingga saat ini, dan semua yang sudah terjangkit HIV/AIDS telah mendapat penanganan secara rutin,” ungkapnya saat konferensi pers di Kantor Bagian Humas Pemkab Batang, Minggu (2/12/2018).

Hidayah Basbeth mengatakan, dari jumlah tersebut penderita rata-rata berusia produktif sekitar 20 tahun hingga 49 tahun yang didominasi oleh wanita.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit MIS-C pada Anak yang Terinfeksi Virus Corona: Gejala Muncul 3-4 Minggu setelah Kena Covid-19, Bisa Tanpa Demam, Batuk, dan Sesak

“Yang terpantau saat ini penderita masih didominasi wanita, paling banyak ibu rumah tangga, disusul pekerja seks, buruh, swasta dan tidak bekerja,” ujarnya.

Dikatakannya, penyebaran virus HIV/AIDS saat ini sudah menyebar di semua kecamatan di Kabupaten Batang, namun yang terbanyak yaitu di Banyuputih, Bandar, Gringsing.

Dinas Kesehatan pun memberikan pelayanan pemeriksaan gratis melalui 21 Puskesmas yang tersebar.

“Selain kami melakukan jemput bola di daerah lokalisasi, pemeriksaan juga bisa dilakukan di 21 Puskesmas di Kabupaten Batang, sedangkan untuk pengobatan terdapat di Puskesmas Subah, Banyuputih, Bandar 1, RS Qim dan RSUD Batang, semua pemeriksaan dan pengobatan gratis, disupport dengan Kartu Batang Sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Efek Menahan Pipis, Difungsional Berkemih, Infeksi Hingga Ginjal Rusak

Berkenaan dengan hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember kemarin, Hidayah Basbeth juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mendeskriminasi penderita HIV/AIDS.

“Untuk masyarakat semua khususnya di Kabupaten Batang saya sangat meminta untuk tidak mendeskriminasi seseorang yang sudah terkena virus HIV/AIDS, banyak sekali persepsi masyarakat yang salah dan percaya kalau hanya sekedar berjabat tangan bisa menular, persepsi seperti itu yang mesti kita ubah,” katanya. #tribunnews