loading...


Instagram. Humas Polres Karawang

KARAWANG- Menyusul kasus video mesum Wik Wik Ah Mojang Karawang, pihak sekolah tempat siswi berinisial AR, mengaku sempat menggelar jajak pendapat. Jajak pendapat atau survei dilakukan untuk menanyakan bagaimana respon terhadap AR apakah bertahan atau pindah.

Hal itu diungkapkan salah seorang guru bimbingan konseling (BK) di SMAN favorit tempat AR bersekolah. Ia mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan para siswa atas kasus itu.

“Teman-temannya menyesalkan terjadinya video mesum yang kini menyebar itu. Mereka berempati, kasihan terhadap Ar karena mereka sayang ke Ar,” katanya.

Baca Juga :  Ironis, Jakarta Tak Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia. Berikut Daftar Top 10 Kota Paling Toleran di Indonesia!

Menurut guru itu, pada awalnya teman-teman AR menutupi dan menginginkan video panas itu tidak tersebar luas.

Setelah yang bersangkutan keluar dan mengasingkan diri, guru itu pun membuat survei ke beberapa kelas untuk mengetahui respons siswa lain.

“Saat saya bertanya ke siswa di satu kelas, apakah AR lebih baik bertahan atau keluar dari sekolah ini, hanya satu orang yang menjawab Ar mending keluar,” katanya.

Guru BK ini juga membantah bila para siswa  menonton menggunakan proyektor untuk menyaksikan video panas.

“Enggak bener (lewat proyektor). Masa iya lewat proyektor kaya gitu, masa iya saat siang gelap gitu,” kata dia.

Baca Juga :  Ulatnya Bikin Jijik, Warga Malah Rame-rame Buru Enthung Jati Untuk Dimakan

Meski di sejumlah kelas memang tersedia proyektor yang digunakan untuk keperluan belajar mengajar, dia meyakini video panas yang tersebar bukanlah ditonton di proyektor kelas.

Guru yang juga sempat melakukan bimbingan konseling bagi Ar itu mengatakan para siswa menonton video itu di kolong meja kelas.

Ia pun menjelaskan bahwa hanya sebagian siswa bukan satu kelas yang menonton bareng, dan juga menonton video tersebut saat jam istirahat.

“Dia itu nonton di bawah meja, kan gelap, nah lalu di rekam lagi, jadi mungkin keliatannya kaya di proyektor,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumah Dinas Baru Penuhi 14 Persen, Masih 200.000 Anggota Polri Belum Punya Rumah Sendiri

www.tribunnews.com

 

 

Loading...