JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Salah Satu Cara Menghapuskan KDRT

Menteri Yohana bersama pemateri forum interaktif @america
Menteri Yohana bersama pemateri forum interaktif @america

WONOGIRI-Perempuan tetap mesti berdaya, dan mandiri secara ekonomi. Hal tersebut agar ekonomi keluarga stabil dan meminimalisasi konflik antar pasangan, serta tidak lupa mengedepankan kesetaraan dalam rumah tangga agar angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat dihapuskan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan, hal itu dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (24/1/2019). Menurut dia, ada empat faktor utama penyebab terjadinya KDRT. Yaitu faktor individu, pasangan, sosial budaya, dan ekonomi.

“Jadi jelas, ada keterkaitan antara faktor ekonomi dan KDRT,” kata dia ketika berbicara di forum interaktif Pusat Kebudayaan Amerika Serikat, @america.

Menurut dia, perempuan masih belum aman bahkan di ranah privat atau rumah tangga. Perempuan kerap mendapatkan kekerasan yang beragam, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual hingga penelantaran. Bahkan sebut dia, kasus penelantaran meningkat seiring meningkatnya angka perceraian di Indonesia saat ini.

Baca Juga :  Dari Konfercab PGRI Cabang Giritontro Wonogiri, Joko Pudyanto Terpilih Sebagai Ketua, Berharap Kepengurusan Anyar Bisa Beri Warna Baru dan Wujudkan Hal ini

“Perempuan masih mengalami kekerasan dalam keluarga. Maka dari itu, kita harus break the silence. Harus berani bicara. Adat dan budaya patriarki yang masih mendiskriminasikan kaum perempuan sudah saatnya dihentikan. Saya mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk bangkit dan mendukung kesetaraan gender. Perempuan juga harus maju, bangkit, menunjukkan powernya,” jelas dia.

Masyarakat diajak lebih menelaah posisi pemberdayaan ekonomi bagi perempuan agar tidak menjadi penyebab KDRT. Sebab, potensi tersebut menurut dia dan pembicara lain yang mengisi forum interaktif seperti Brigjen (Pol) Juansih, Elza Syarif (LIP Indonesia), Khariroh Ali (Komnas Perempuan) memang ada.

Baca Juga :  Luar Biasa Lur, DPMPTSP Wonogiri Sukses Raih Penghargaan Public Service of The Year 2020, Penyelenggaranya Markplus Bekerjasama Dengan Majalah Marketeers

Namun, perempuan tetap mesti berdaya, dan mandiri secara ekonomi. Hal tersebut agar ekonomi keluarga stabil dan meminimalisasi konflik antar pasangan, serta tidak lupa mengedepankan kesetaraan dalam rumah tangga agar angka KDRT dapat dihapuskan.

“Perempuan harus bergerak, memenuhi segala ruang sosial dan pembangunan di Indonesia, mendorong hak-haknya terpenuhi, serta memutus mata rantai kekerasan dan diskriminasi. Kami mau perempuan itu independen, mandiri, berdiri di atas kaki sendiri, jangan bergantung sepenuhnya kepada suami terutama dalam hal ekonomi. Tunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjawab persoalan, bahwa kita hebat. Jangan lupa pula dukung dan pilih perempuan di pemilu legislatif nanti agar kuota 30 persen perempuan di politik terpenuhi dan suara peremuan semakin berpengaruh,” tegas dia. Aris Arianto