loading...
Loading...
ilustrasi

SLEMAN – Seorang suporter bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri (19) warga Jatinom Klaten menjadi korban pelemparan batu oleh gerombolan tak dikenal.

Ia dilempari batu saat dalam perjalanan pulang Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia setelah tak sadarkan diri dan dirawat intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut selepas laga persahabatan antara PSS Sleman dan Persis Solo. Pertandingan bersahabatan tersebut berjalan aman dan damai.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah membenarkan kejadian tersebut.

Saat ini kasus kejahatan jalanan tersebut tengah didalami tim Progo Sakti Polres Sleman.

Adapun kronologi kejadian bermula ketika Asadulloh tengah dalam perjalanan pulang berboncengan dengan adiknya sekitar pukul 19.30.

Mereka baru saja menonton pertandingan sepak bola di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Ketika melintas di jalan Solo, tepatnya di depan RSI PDHI Kalasan, dari arah berlawanan melintas gerombolan tak dikenal.

Baca Juga :  Mahasiswa UGM Temukan Bonggol Pisang Bisa untuk Hambat Kanker

“Salah seorang diantaranya melemparkan batu ke arah korban,” jelas Kapolres Minggu (20/1/2019).

Kakak beradik itu terjatuh dari motor.

Dan karena mendapat serangan itu, sang kakak tak sadarkan diri.

Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke RSI PDHI Kalasan.

Atas luka yang diderita korban, ia lantas dirujuk ke RS Sardjito untuk mendapat penanganan di sana.

Namun setelah mendapat penanganan RS Sardjito, pada pukul 23.40 korban dinyatakan meninggal.

“Korban meninggal karena parahnya luka bagian dalam,” terang Rizky.

Atas kejadian itu, Kapolres Sleman langsung memerintahkan anggotanya untuk memburu pelaku.

“Setelah melempar dengan bantu, gerombolan ini langsung kabur ke kampung-kampung. Warga sekitar mengatakan bahwa para pelaku bukan warga sekitar. Kemungkinan ini sudah direncenakan sebelumnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Pasangan Warga Bantul Ini Diperas Wartawan Gadungan Rp 100 Juta

AKBP Rizky menambahkan, dari hasil pemeriksaan dan olah TKP sementara, korban ini adalah salah satu suporter dari klub yang berlaga kemarin.

Hal ini terbukti dengan ditemukan slayer berlogokan salah satu klub.

Barang ini lantas menjadi alat bukti di samping alat bukti lainya, yakni sepeda motor yang ditunggagi korban dan batu yang diduga digunakan sebagai senjata untuk menyerang.

Kasat Reskrim Polres Sleman Anggaito Hadi memaparkan saat ini pihaknya tengah mengerahkan anggota untuk memburu para pelaku.

“Sesuai perintah dari Kaporles. Saat ini anggota masih di lapangan. Doakan saja cepat terungkap,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Sleman juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan dalam laga tersebut.

Baik pengamanan di lapangan saat laga berlangsung, maupun di jalan-jalan.

Baca Juga :  KPK OTT 4 di Yogyakarta, 4 Orang Diamankan, Ada Unsur Jaksa dan PNS

“Banyak suporter yang mengendarai sepeda motor dengan kecapatan lambat dan meneriakan yelyel. Ini sebenarnya bisa memancing terjadinya kejadian seperti ini. Maka kita banyak mendorong mereka untuk cepat pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya.

“Kami memang sudah mengantisipasi kepulangan suporter. Tapi kejadian ini tak terelakan. Padahal saat pertandingan aman dan damai,” sambungnya.

Atas kejadian ini AKBP Rizky mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan biarkan kepolisian menuntaskan kasus ini.

Terkait masih banyaknya kasus kerusuhan antar suporter, Kapolres Sleman mengimbau agar semua dapat menjaga sportivitas.

“Semua harus menjunjung sportifitas, boleh kita fanatik tapi tidak dengan cara melakukan perbuatan yang merugikan, apalagi sampai melukai orang lain. Kami akan tindak tegas siapapun yang melanggar hukum,” tutupnya.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...