JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Muncul Sumber Air Baru dan Retakan Tanah di Joho Gedawung Kismantoro. Warga Masih Mengungsi

Kondisi posko pengungsian Dusun Joho Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi posko pengungsian Dusun Joho Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pergerakan tanah di RT 3 RW 7 dan RT 2 RW 8 Dusun Joho Desa Gedawung Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, terus saja berlangsung hingga kini.

Perkembangan terbaru, telah muncul retakan tanah di sekitar mahkota tapal kuda atau titik sentral pergerakan tanah. Tidak hanya satu, ada beberapa retakan tanah baru yang muncul.

Retakan baru di atas mahkota tapal kuda sepanjang sekitar 73 meter, di bagian selatan lembah tapal kuda sekitar 80 meter. Sedangkan di bagian utara lembah tapal kuda sepanjang 50 meter.

Baca Juga :  Pemulasaraan Jenazah Positif COVID-19 yang Benar Dilatihkan Kepada Warga Desa Pijiharjo Manyaran Wonogiri

Selain itu muncul sumber air baru di dekat rumah Giyem di Dusun Joho. Tidak hanya itu, lantai rumah terjadi retakan tanah sepanjang 15 meter.

“Ketinggian mahkota tapal kuda 473 mdpl (meter di atas permukaan air laut), sedangkan ketinggian kemunculan sumber air sekitar 341 mdpl,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga :  Catat Lur Ternyata Jumlah Tenaga Kesehatan yang Terkonfirmasi Positif COVID-19 Dari Klaster RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Mencapai Angka 79, Tapi yang Sudah Sembuh Hampir Setengahnya

Mengingat kondisi dan situasi di wilayah Dusun Joho Desa Gedawung masih terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun lebat, warga yang terdampak maupun terancam tetap diminta mengungsi. Keberadaan pengungsi sebagian besar berada di posko. Sebagian kecil berada di rumah saudara dan atau tetangga yang tidak masuk zona ancaman. Aris Arianto