JAKARTA – Capres  Prabowo Subianto berkali-kali menyebut anggaran negara bocor Rp 500 triliun. Tapi pemerintah  menyodorkan fakta justru mampu menghemat anggaran hingga Rp 65,1 triliun.

Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi M. Yusuf Ateh malah menyebutkan, efisiensi anggaran itu dilakukan melalui reformasi birokrasi.

Baca Juga :  Tak Mabuk Dipuji Gibran, Anies Malah Merendah. Balik Puji Vaksinasi di Solo Sudah 98 %

Reformasi birokrasi dilakukan dengan langkah-langkah asistensi dan evaluasi terhadap kinerja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

“Pembenahan dititikberatkan pada upaya refocussing program dan kegiatan yang lebih prioritas sehingga dapat memberi dampak dan kemanfaatan langsung terhadap masyarakat,” ujar Yusuf Ateh, Kamis (14/2/2019).

Advertisement
Baca Juga :  Menko Airlangga: Presidensi G20 Jadikan Indonesia Role Model Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Pada tahun 2017, menurut Yusuf, upaya yang berkelanjutan ini juga berhasil melakukan efisiensi terhadap anggaran senilai Rp 41,15 triliun, lalu difokuskan untuk hal yang lebih prioritas.

“Dan pada 2018, tercatat senilai Rp 65,1 triliun kembali berhasil diefisiensikan,” ucapnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua