JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ribuan Nahdliyin Karanganyar Dipesan Lawan Intoleransi. Soal Pilihan di Pilpres, Bupati: Yang Harus Dipilih, NU Pasti Lebih Tahu! 

Suasana istigasah Harlah NU, Minggu (3/2/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Suasana istigasah Harlah NU, Minggu (3/2/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Seluruh warga Nahdlatul Ulama diminta untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan,  menjaga keutuhan NKRI dan terus  melawan kegiatan intoleransi  yang saat ini semakin marak.

Hal tersebut dikatakan Rais Syuriah NU Karanganyar, Ahmad Hudaya, saat kegiatan Apel Akbar Peringatan Hari Lahir NU ke-93 di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (03/02/2019). Apel akbar ini diikuti ribuan Nahdliyin dari berbagai penjuru di Bumi Intanpari. Sebelum mengikuti apel, mereka menggelar istighasah atau doa bersama.

Menurut, Ahmad Hudaya seluruh ulama dan masyarakat merapatkan barisan, untuk bersama-sama menjaga  kebhinekaan yang ada dengan Islam yang damai. Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Baca Juga :  Sopir Minibus Maut Yang Kecelakaan di Kemuning Karanganyar Ditahan 1 x 24 Jam. Polisi Duga Sopir Tak Hafal Medan, Kondisi Jalan Berkelok Ekstrim 

“ Seluruh warga NU harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman dan melawan segala bentuk kegiatan intoleransi yang saat ini semakin marak,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, tetap mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh NU.

“ NU sangat besar di Karanganyar.  Setiap hari ada kegiatan pengajian. Untuk itu,kami tetap mendukung apa yang dilakukan oleh NU di Karanganyar,” ujar bupati.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh warga NU untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Baca Juga :  8 Ton Beras Organik Karanganyar Tembus Pasar Jakarta, Bupati Sebut FAO Prediksi ke Depan Akan Terjadi Krisis Pangan!

“Jaga persatuan dan kesatuan. Pada bulan April 2019 mendatang ada pemilihan presdien. NU harus menggunakan hak pilihnya dengan baik. Siapa yang harus dipilih, NU tentu lebih tahu,” kata bupati.

Ditambahkan bupati, NU  harus memberi contoh yang baik, serta tidak ikut-ikutan menghujat.

“Jangan menghujat. Jangan sampai merusak persatuan. Mari kita jaga keutuhan NKRI,” tandasnya. Wardoyo