JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Misteri Apri, Tersangka Korupsi Pungli Bantuan Alsintan APBN di Sragen. Ternyata Hanya THL dan Bukan Petugas Penyuluh Pertanian! 

Ilustrasi Bupati dan Wabup Sragen saat menyerahkan secara simbolis 504 mesin alsintan bantuan APBN dan APBD Provinsi tahun 2016. Foto/Wardoyo
Ilustrasi Bupati dan Wabup Sragen saat menyerahkan secara simbolis 504 mesin alsintan bantuan APBN dan APBD Provinsi tahun 2016. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sragen, Muh Djazairi menegaskan Setyo Apri Surtitaningsih alias Apri yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pungli bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), bukan petugas penyuluh pertanian (PPL).

Yang bersangkutan juga tidak di bawah naungan Dinas Ketapang Sragen. Penegasan itu disampaikan untuk mengklarifikasi pernyataan penetapan tersangka dari Polres Sragen, Senin (4/3/2019).

“Apri bukan seorang penyuluh atau PPL. Apri itu seorang pengamat organisme pengganggu tanaman (OPT). Statusnya juga belum PNS. Dia adalah tenaga harian lepas (THL) provinsi,” paparnya kepada wartawan Selasa (5/3/2019).

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Djazairi mengatakan jika penyuluh atau PPL memang berada di bawah naungan dinasnya. Sementara POPT itu bernaung di bawah Dinas Pertanian Provinsi Jateng.

Sehingga karena memang bukan penyuluh, ia pun keberatan jika Apri disebut sebagai penyuluh.

Baca Juga :  Melonjak Tambah 10 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Jadi 466 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Terus Bertambah Jadi 62 Orang

“Kalau POPT itu diangkat, diberhentikan, diperpanjang atau tidak kontraknya, tergwntung rekomendasi Dinas Pertanian Provinsi,” tandasnya.

Sementara, jika penyuluh atau PPL, kewenangan diperpanjang kontrak atau tidak itu tergantung Dinas Ketapang Sragen.

Djazairi juga menegaskan Apri statusnya belum PNS. Akan tetapi yang bersangkutan hanya THL. ia menambahkam klarifikasi disampaikan untuk meluruskan semua informasi agar tidak menimbulkan salah persepsi. Wardoyo